Atasi Berbagai Masalah Kulit dengan Terapi Salmon DNA
Terapi Salmon DNA itu praktis. Ia tidak menutupi masalah, tapi memperbaiki "pabrik" kulit agar sehat, kuat, dan glowing dari dalam.
Jakarta, Indonesia – Perempuan sering mengeluhkan berbagai masalah kulit. Mulai dari jerawat, flek hitam, kulit kusam, pori besar, sampai tanda penuaan. Memang ada rasa lelah ketika harus berganti-ganti skincare setiap ada masalah kulit baru.
Namun kini ada kabar baik yang menjadi solusinya: satu perawatan yang bisa membantu mengatasi semua masalah kulit ini sekaligus, yaitu terapi Salmon DNA. Tentu saja bukan sulap simsalabim, melainkan ini terapi regenerasi yang mampu memperbaiki kulit dari lapisan terdalam.
Terapi Salmon DNA adalah perawatan injeksi yang menyalurkan nutrisi langsung ke lapisan dermis kulit. Bahan utamanya adalah PDRN atau Polydeoxyribonucleotide. Ini adalah fragmen DNA yang diekstrak dari ikan salmon spesies Oncorhynchus mykiss.
Mengapa salmon? Karena struktur DNA-nya 95% mirip dengan DNA manusia. Jadi aman, mudah dikenali tubuh, dan cepat diserap sel. Secara sederhana, PDRN ini diibaratkan sebagai "makanan terbaik" untuk sel kulit. Tugasnya memerintahkan sel untuk memperbaiki diri sendiri
Lalu bagaimana cara kerjanya di kulit? Pada tingkat sel, PDRN bekerja dengan 3 cara utama yaitu:
1. Merangsang regenerasi, mengaktifkan fibroblas untuk memproduksi kolagen dan elastin baru. Ini kunci kulit kencang dan kenyal.
2. Memperbaiki Skin Barrier: Menguatkan lapisan pelindung kulit agar tidak mudah kemerahan, kering, dan iritasi.
3. Melawan Radikal Bebas: Memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang melindungi kulit dari kerusakan dan mempercepat penyembuhan.
Dengan cara kerjanya yang menyeluruh dari dalam, maka dampaknya bisa terasa ke berbagai masalah kulit.
Lalu, masalah kulit apa saja yang bisa diatasi dengan terapi Salmon DNA? Berikut penjelasannya:
1. Salmon DNA untuk kulit berjerawat dan berminyak.
Pada Salmon DNA memiliki sifat antiinflamasi. Ia membantu menenangkan jerawat aktif yang meradang dan mengurangi produksi minyak berlebih. Dengan menggunakan vital injector, PDRN atau Salmon DNA bisa disalurkan merata untuk mempercepat proses penyembuhan jerawat.
2. Salmon DNA untuk kulit bekas jerawat, flek dan scar atau bopeng.
Dengan PDRN bisa mempercepat pergantian sel kulit mati. Sehingga sel kulit baru yang sehat akan menggantikan area yang gelap atau berbekas. Adapun untuk scar atau bopeng, Salmon DNA bisa dikombinasikan dengan microneedle untuk merangsang pembentukan kolagen dan memudarkan bekas.
3. Salmon DNA untuk kulit kusam dan tidak rata. .
Dengan meningkatkan produksi asam hialuronat, kulit jadi lebih lembab dari dalam. Efeknya: wajah tampak lebih cerah, glowing alami, dan warna kulit lebih merata.
4. Salmon DNA untuk kulit berpori besar dan tekstur kasar.
Saat kolagen dan elastin meningkat, struktur kulit jadi lebih padat. Pori-pori pun terlihat mengecil dan tekstur kulit terasa lebih halus.
5. Salmon DNA untuk kulit kendur dan penuaan dini.
Pada fungsi utama PDRN, dapat merangsang pembentukan kolagen untuk mengencangkan kulit, mengurangi garis halus, dan mencegah penuaan dini. Kulit jadi lebih plump dan kenyal.
6. Salmon DNA untuk kulit kemerahan dan sensitif..
Karena memperkuat skin barrier, Salmon DNA membantu menenangkan kulit sensitif, kemerahan, dan iritasi. Kulit jadi lebih kuat terhadap faktor eksternal seperti polusi dan sinar UV.
Berapa kali dan Apa Kata Dokter?
Tentang berapa kali sebaiknya melakukan terapi Salmon DNA? Hasil Salmon DNA bersifat kumulatif. Artinya semakin rutin, hasilnya makin bagus.
Ada rekomendasi bagus dari dokter Felicia Suryanto dari Carla Skin Clinic, yang memberikan penjelasan pada Senin (24/8) di klinik kecantikan di Jakarta.
Menurut dr. Felicia, untuk hasil optimal disarankan mengambil 1 paket terapi Salmon DNA yang berisi 4 kali treatment atau lebih, tergantung kondisi kulit. Setelah kulit sehat, lakukan maintenance 1 sampai 2 bulan sekali.
“Untuk hasil awal biasanya terasa di minggu ke-2, yaitu kulit terasa lebih lembab. Karena perawatan yang baik adalah perawatan kulit dari dalam yang dilakukan secara rutin, bukan yang serba instan,” pesan dr. Felicia.
Lalu dr. Felicia menjelaskan bahwa terapi ini tidak menyebabkan ketergantungan. “Kalau berhenti, apakah kulit akan menjadi lebih buruk? Jawabannya tidak. Namun, tetap perlu dirawat dengan penggunaan skincare yang tepat agar hasilnya terjaga,” jelas dia. .
Selanjutnya, dr. Felicia juga menjelaskan terkait hasil, apakah kulit bisa langsung glowing setelah 1x treatment Salmon DNA? “Jawabnya, tergantung kondisi kulit masing-masing. Jika kerusakannya cukup berat, tetap perlu pengulangan treatment untuk hasil yang lebih maksimal.” Sekali lagi dr. Felicia menegaskan PDRN Salmon sangat aman untuk mengtasi berbagai masalah kulit karena telah melalui proses purifikasi steril sehingga bebas dari protein pemicu alergi.
Sudah Terbukti Aman dan Terdaftar BPOM
Selain penjelasan dari dr. Felicia, keamanan produk PDRN Polydeoxyribonucleotide juga sudah terdaftar di BPOM. Dan produk ini dijamin aman karena telah lolos uji klinis ketat, memiliki standar kemurnian tinggi, bebas kontaminan berbahaya, dan tingkat biokompatibilitas yang tinggi dengan tubuh manusia.
Lebih lanjut, bahan terapi Salmon DNA ini juga telah mendapat pengakuan dari Kementerian Kesehatan RI sebagai perawatan yang merangsang produksi kolagen untuk menjaga kulit tetap sehat dan awet muda.
Terapi Salmon DNA itu praktis. Ia tidak menutupi masalah, tapi memperbaiki "pabrik" kulit agar sehat, kuat, dan glowing dari dalam. Ingat, hasil terbaik hanya didapat jika konsultasi dengan dokter berpengalaman dan dilakukan di klinik terpercaya.
***
💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?
Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!
Booking Sekarang →