Awas Jerawat Mengintai Kalangan Gen Z, Apa yang Harus Dilakukan?
Jakarta, Indonesia - Kulit berjerawat menjadi masalah yang dialami banyak orang. Sejak remaja di bangku SMP, masalah ini kerap muncul dan bisa berlanjut hingga dewasa.
Menariknya, kini Gen Z atau generasi yang lahir di tahun 1997 sampai tahun 2012 ini paling banyak mengeluhkan jerawat. Faktanya, jerawat di kalangan Gen Z ttidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental Gen Z. Lalu, mengapa mereka paling rentan berjerawat? Jawabannya dengan kenali 6 faktor penyebab jerawat di kalangan Gen Z yaitu:
1. Perubahan Hormon & Pubertas
Lonjakan hormon androgen saat pubertas merangsang kelenjar minyak bekerja lebih aktif.
2. Gaya Hidup & Pola Makan
Mobilitas tinggi dan konsumsi makanan cepat saji, tinggi gula, gorengan, dan produk susu memicu produksi minyak berlebih.
3. Stres & Efek Media Sosial
Karena tekanan sosial serta terbiasa mengukur standar kecantikan dari media sosial maka meningkatkan hormon kortisol yang memicu jerawat Gen Z.
4. Abai Terhadap Perawatan Dasar
Karena mobilitas tinggi, banyak Gen Z yang malas melakukan double cleansing. Akibatnya kotoran dan bakteri menumpuk di pori.
5. Over-exfoliasi & Menumpuk Serum
Karena takut jerawat, banyak Gen Z yang memakai AHA, BHA, Retinol, dan Niacinamide sekaligus. Alih-alih mulus, yang terjadi justru iritasi dan jerawat hormonal semakin parah.
6. Gonta-ganti Produk Skincare
Kesadaran merawat kulit tinggi membuat Gen Z FOMO mencoba berbagai produk dan treatment baru. Padahal kulit butuh waktu untuk beradaptasi.
Pentingnya Perawatan dari Dalam
Para pakar kulit sepakat, agar para Gen Z menyadari perawatan dari dalam harus jadi prioritas. Tujuannya bukan hanya mengatasi jerawat yang sudah muncul, tetapi juga mencegah masalah kulit di kemudian hari.
Dalam hidupnya, Gen Z memerlukan eksistensi dan validasi. Di tengah Gen Z merajai dunia media sosial tak terbantahkan mereka tercatat sebagai kaum paling vokal menyuarakan tentang jerawat di TikTok, Instagram, hingga Threads. Mulai dari "acne journey", "skin purging", sampai "maskne" tentang jerawat yang selalu menjadi topik utama, trending dan FYP alias For You Page.
Tren Treatment Atasi Jerawat yang Sedang Naik Daun di Kalangan Gen Z
Sebagai generasi yang serba cepat, Gen Z menginginkan hasil yang terlihat tanpa menunggu terlalu lama. Mereka tak mau ribet dan menunggu durasi lama misal 3 bulan untuk mengatasi jerawat. Mereka inginnya cepat, transparan, dan hasilnya bisa terlihat.
Berikut adalah pilihan treatment Gen Z mengatasi jerawat :
1. Salmon DNA / PDRN
Tren "glass skin dari dalam". Diklaim dapat mengurangi kemerahan bekas jerawat dan menguatkan skin barrier. Tingkat nyeri sekitar 3-5 dari skala 1-10 untuk injeksi manual.
2. Laser & RF Microneedling
Untuk mengatasi bekas jerawat bopeng dan tekstur kulit. Memiliki downtime 2-3 hari. Banyak klinik kini menyediakan paket "acne scar journey".
3. Obat Oral Plus Topikal Kombinasi
Gen Z lebih terbuka konsultasi ke dokter. Penggunaan Isotretinoin, antibiotik, hingga pil KB untuk jerawat hormonal sudah tidak tabu lagi.
4. "Skinimalism"
Kebalikan dari menumpuk produk. Cukup 3 item: cleanser gentle, moisturizer barrier repair, dan sunscreen. Justru banyak yang cocok dengan cara ini.
Tips Mengatasi Jerawat Versi Gen Z yang Terbukti Efektif
1. Konsultasi Dulu, Jangan Menebak
Jerawat hormonal, fungal acne, dan acne vulgaris memiliki penanganan berbeda. Konsultasi ke dokter kulit 1x lebih hemat daripada gonta-ganti produk 10x.
2. Terapkan Aturan 3 Bulan
Beri waktu 8-12 minggu untuk 1 rangkaian skincare. Ganti produk tiap 2 minggu justru membuat kulit tidak sempat beradaptasi.
3. Catat "Acne Trigger"
Buat catatan aktivitas dan risikonya. Misalnya: makan, hang out, saat me time dairy, begadang, stres kerja. Gen Z jago melakukan tracking ini.
4. Selalu Gunakan Sunscreen
Ini wajib hukumnya. Bekas jerawat bisa jadi flek hitam karena paparan UV. Pilih sunscreen non-comedogenic sesuai tipe kulit.
Jerawat di kalangan Gen Z bukan hanya masalah kulit. Ini juga berkaitan dengan self-esteem, konten media sosial, dan tekanan sosial. Kabar baiknya: Gen Z adalah generasi yang paling terbuka untuk edukasi dan konsultasi ke dokter.
Yang harus selalu diingat, kulit setiap orang berbeda. Yang viral di FYP belum tentu cocok untuk kamu. Jika jerawat meradang, bernanah, atau tidak kunjung sembuh lebih dari 2 bulan, segera konsultasikan ke dokter kulit.
***
💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?
Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!
Booking Sekarang →