Benar Gak Sih Makanan Bisa Jadi Penyebab Jerawat? Ini 3 Jenis yang Paling Sering Picu
Banyak orang menyalahkan hormon, skincare, atau kurang cuci muka saat jerawat tak kunjung sembuh. Padahal, makanan sehari-hari juga bisa jadi pemicu. Mulai dari makanan tinggi gula, produk susu, hingga ultra processed food disebut dapat membuat jerawat lebih mudah muncul dan sulit mereda.
Lalu, benarkah makanan bisa menjadi penyebab jerawat? Tim dokter Carla Skin Clinic menjelaskan bahwa makanan berperan sebagai "pemicu" atau trigger, bukan penyebab utama.
“Sebenarnya makanan juga harus dilihat seperti apa? Yang perlu dipelajari adalah trigger-nya. Pertama harus tahu dulu pencetusnya apa, karena tiap orang pencetusnya beda-beda,” ujar salah satu dokter Carla Skin Clinic Taman Harapan Indah, Jakarta Barat, Kamis (4/9/2026).
Hubungan Makanan dan Jerawat Secara Ilmiah
Secara ilmiah, hubungan antara makanan dan jerawat diduga berkaitan dengan proses peradangan serta perubahan hormon di dalam tubuh. Ketika kadar gula darah naik terlalu cepat atau terjadi peradangan, produksi hormon insulin dan IGF-1 ikut meningkat. Hal ini dapat memicu kelenjar minyak lebih aktif dan pori-pori lebih mudah tersumbat.
“Ketika produksi minyak meningkat dan pori-pori lebih mudah tersumbat, jerawat pun bisa muncul atau menjadi lebih meradang,” jelas dokter.
Karena itu, pola makan kini semakin diperhatikan sebagai salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi jerawat, meski bukan menjadi penyebab utamanya.
3 Jenis Makanan yang Paling Sering Dikaitkan dengan Jerawat
1. Junk Food dan Ultra Processed Food
Makanan seperti burger, kentang goreng, pizza, dan makanan cepat saji sering dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jenis makanan ini umumnya termasuk ultra-proses, tinggi kalori, lemak, garam, serta bahan tambahan. Kandungan lemak, gula, serta proses pengolahan dapat memicu peradangan di dalam tubuh. Peradangan tersebut kemudian ikut memperburuk jerawat yang sudah ada.
2. Produk Susu dan Makanan Tinggi Gluten
Produk susu, terutama susu sapi, cukup sering dikaitkan dengan jerawat. Sebuah meta-analisis di jurnal Nutrients menemukan konsumsi susu memiliki hubungan dengan peningkatan risiko acne vulgaris, terutama pada remaja dan dewasa muda.Selain itu, makanan tinggi gluten juga disebut bisa memicu breakout pada sebagian orang. Efeknya berbeda-beda tergantung sensitivitas tubuh masing-masing orang.
“Kalau yang agak alergi dengan dairy product itu juga bisa bikin jerawat. Terus yang tinggi gluten juga itu pengaruh. Tapi nggak semuanya. Nggak semua orang yang mengonsumsi itu bisa jadi jerawat,” ujar dokter.
3. Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Makanan manis, minuman kemasan, soda, hingga minuman kekinian dengan tambahan gula tinggi juga disebut dapat memengaruhi kondisi kulit. Lonjakan gula darah akibat konsumsi gula berlebih dapat memicu peningkatan insulin dan peradangan. Kondisi ini berperan pada produksi minyak kulit serta munculnya jerawat baru.
Jadi, Harus Stop Makan Enak?
Dokter menegaskan tidak semua orang akan jerawatan setelah makan makanan di atas. Kuncinya adalah mengenali trigger pribadi. Untuk itu, penting mencatat makanan apa yang sering dikonsumsi sebelum jerawat muncul.
Jika dicurigai ada hubungan, coba kurangi selama 2-4 minggu dan lihat perubahannya. “Tiap orang pencetusnya beda-beda. Ada yang minum susu langsung breakout, ada juga yang aman-aman saja,” katanya.
Secara ilmiah, hubungan antara makanan dan jerawat diduga berkaitan dengan proses peradangan serta perubahan hormon di dalam tubuh yang kemudian memengaruhi produksi minyak pada kulit.
Tips Mengontrol Jerawat dari Pola Makan
- Perbanyak _real food_: Sayur, buah, ikan, dan kacang-kacangan yang rendah gula dan minim proses.
- Batasi gula tambahan: Kurangi minuman manis, dessert, dan camilan kemasan.
- Perhatikan reaksi tubuh terhadap susu dan gluten: Jika sering breakout setelah konsumsi, konsultasikan ke dokter.
- Jaga hidrasi: Air putih membantu proses detoksifikasi dan menjaga kelembapan kulit.
Penanganan jerawat paling optimal adalah kombinasi perawatan dari luar dan pengaturan pola makan dari dalam. “Jika jerawat menetap atau semakin parah meski sudah jaga pola makan, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit,” tutup dokter.
💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?
Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!
Booking Sekarang →