Bingung Pilih Rejuran atau RDNA-S? Ini Bedanya Menurut Dokter

Skin & Health ✍️ Beben 📅 15 Sep 2026 ⏱️ 5 menit baca
Bingung Pilih Rejuran atau RDNA-S? Ini Bedanya Menurut Dokter

Bingung Pilih Rejuran atau RDNA-S? Ini Bedanya Menurut Dokter

Dua nama ini belakangan paling sering disebut di klinik kecantikan, tentu bagi orang awam dalam dunia perawatan kecantikan, pasti akan bertanya tentang Rejuran dan RDNA-S. Keduanya sama-sama disebut sebagai terapi Salmon DNA atau PDRN yang diklaim mampu memperbaiki skin barrier rusak, memudarkan bekas jerawat, hingga mengembalikan kilau alami kulit.

Tapi apa sebenarnya perbedaan keduanya? Mana yang kandungannya lebih murni? Dan hasil mana yang lebih cepat terlihat? Dokter dari Carla Skin Clinic membongkar tuntas fakta di balik viralnya dua perawatan ini.

Perjalanan Salmon DNA di dunia estetika sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2010. Namun baru meledak di Indonesia sejak 2021 karena konsepnya sederhana tapi powerful: memperbaiki kulit dari dalam dengan bahan yang kemiripannya 95% dengan DNA manusia.

 

Rejuran vs RDNA-S: Apa Bedanya dan Dari Mana Asalnya?

Dari sini kita akan tahu tentang perbedaan keduanya dan dari mana asalnya. Rejuran adalah salah satu brand PDRN asal Korea yang paling dulu dikenal di Indonesia. Sederhananya, ini adalah fragmen kecil DNA yang diekstrak dari sperma ikan salmon dan sudah melalui proses purifikasi steril. Karena strukturnya mirip dengan DNA manusia, sel kulit bisa dengan mudah menggunakannya untuk memperbaiki diri. 

Fokus utama Rejuran adalah pada kemurnian PDRN itu sendiri. Variasinya pun beragam, mulai dari yang berbentuk injeksi hingga skincare seperti toner dan krim dengan konsentrasi mulai dari 3000 ppm hingga 24000 ppm. 

Manfaat yang paling sering dicari dari Rejuran adalah kemampuannya mempercepat regenerasi kulit, meredakan kemerahan setelah tindakan seperti laser atau microneedling, serta meningkatkan produksi kolagen, elastin dan keratin agar kulit terasa lebih kenyal dan bercahaya.

Berbeda dengan itu, RDNA-S adalah produk PDRN yang digunakan secara eksklusif di Carla Skin Clinic. Produk ini juga berasal dari Korea dan sudah terdaftar di BPOM, sehingga keamanannya sudah melalui uji klinis ketat. 

Namun yang membuat RDNA-S berbeda adalah formulasi di dalamnya. RDNA-S tidak hanya mengandalkan PDRN saja. Di dalamnya dokter Carla memadukan PDRN dengan lima bahan aktif lain yang saling mendukung. 

Ada Growth Factor untuk mempercepat penyembuhan sel, Hyaluronic Acid untuk mengunci hidrasi, Peptide untuk merangsang kolagen, Vitamin C sebagai antioksidan pencerah, hingga L-Carnitine untuk menjaga metabolisme sel kulit tetap sehat. 

"Jadi RDNA-S ini konsepnya PDRN kompleks. Tujuannya bukan hanya regenerasi, tapi juga memperbaiki kerusakan, mengurangi peradangan, dan menghidrasi kulit sekaligus," jelas dokter Anne dari Carla Skin Clinic.

 

Lebih Murni Mana dan Hasilnya Lebih Cepat Mana?

Pertanyaan tentang kemurnian dari keduanya ini seringkali muncul pada seseorang yang ingin melakukan treatment. Jika bicara kemurnian PDRN tunggal, Rejuran memang dikenal dengan varian konsentrasi yang sangat tinggi. 

Sementara RDNA-S memilih jalur berbeda. Alih-alih mengejar satu bahan dengan dosis tinggi, RDNA-S menggabungkan PDRN dengan bahan aktif lain agar hasilnya lebih menyeluruh. Ini yang membuatnya efektif untuk berbagai keluhan, mulai dari kulit berjerawat aktif, kemerahan, kerusakan skin barrier, hingga bopeng dan bekas luka.

Lalu bagaimana dengan kecepatannya? Baik Rejuran maupun RDNA-S sama-sama tidak memberikan hasil instan. Keduanya tetap mengikuti siklus alami regenerasi kulit manusia yaitu sekitar 28 hari. Di Carla Skin Clinic, pasien yang menjalani terapi RDNA-S biasanya mulai melihat perubahan pada minggu pertama. Hasil puncaknya baru akan terlihat sekitar dua minggu sampai satu bulan setelah treatment. 

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, dokter menyarankan satu paket terdiri dari empat kali treatment. Jarak antar treatment juga disesuaikan dengan metode yang digunakan. Jika menggunakan vital injector bisa diulang setiap dua minggu, sementara jika dengan microneedling sebaiknya dijeda empat minggu agar proses penyembuhan luka selesai dulu. 

Untuk menunjang kenyamanan, Carla juga menggunakan teknologi vital injector saat injeksi agar rasa nyeri bisa diminimalkan. Soal harga, satu kali treatment RDNA-S di Carla dipatok Rp4,5 juta. Namun ada pilihan paket empat kali dengan harga Rp12,8 juta, sehingga jika dihitung per kunjungan menjadi Rp3,2 juta.

 

Aspek Rejuran RDNA-S
Kategori Brand/treatment berbasis polynucleotide menurut naskah Produk/treatment dengan formulasi kombinasi menurut naskah
Fokus Mendukung regenerasi dan kualitas kulit Mendukung regenerasi, hidrasi, dan perbaikan kualitas kulit
Bahan yang disebut Polynucleotide/PDRN PDRN, growth factor, hyaluronic acid, peptide, Vitamin C, dan L-carnitine
Klaim kemurnian Naskah menyebut fokus pada PDRN tunggal/konsentrasi tinggi Naskah menyebut pendekatan kombinasi, bukan satu bahan aktif saja
Metode Injeksi atau produk lain bergantung varian Vital injector atau microneedling sesuai protokol dalam naskah
Hasil Tidak instan; bergantung respons kulit Naskah menyebut perubahan awal dapat terlihat lebih cepat, tetapi perlu verifikasi
Harga dalam naskah Tidak disebutkan Rp4.500.000 per sesi atau Rp12.800.000 untuk paket 4 kali
Aftercare Pelembap, sunscreen, hindari bahan iritatif Naskah menyarankan pelembap dan sunscreen selama 7 hari pertama
Penentu pilihan Kondisi kulit dan tujuan treatment Kondisi kulit, metode, toleransi, serta evaluasi dokter

Siapa yang Cocok, Siapa yang Tidak, dan Tips Perawatan di Rumah

Siapa saja yang cocok dengan terapi ini? Menurut dokter Carla, pasien dengan kerusakan skin barrier adalah yang paling diuntungkan. Perawatan ini aman untuk semua jenis dan warna kulit, baik pria maupun wanita di atas usia 17 tahun, termasuk kalangan Gen Z yang rentan jerawat karena gangguan skin barrier.

Agar hasil treatment tidak sia-sia, perawatan di rumah juga penting. Dokter Carla menekankan tiga hal utama. Pertama, gunakan skincare yang sesuai dengan jenis kulit. Kedua, jangan pernah skip sunscreen dan hindari paparan matahari langsung terutama pada minggu pertama setelah treatment. Ketiga, selama tujuh hari pertama cukup gunakan pelembap dan sunscreen saja. 

Hindari dulu bahan aktif keras seperti Vitamin C, retinol, atau produk dengan efek peeling. Kesalahan terbesar yang sering dilakukan pasien adalah langsung beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan setelah treatment.

 

Tags: #Rejuran #RDNA-S #PDRN #polynucleotide #Salmon DNA #skin booster #skin barrier #growth factor #hyaluronic acid #peptide #Vitamin C #L-carnitine #microneedling #vital injector #Carla Skin Clinic

Bagikan artikel ini:

💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?

Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!

Booking Sekarang →