Efek Samping RDNA-S: Kenali Respons Kulit dan Cara Merawatnya

Memahami bagaimana RDNA-S dilakukan dan bagaimana kondisi kulit dinilai menjadi langkah penting sebelum membicarakan efek sampingnya.
Jakarta, Indonesia - Ketika membicarakan sebuah treatment injeksi, pertanyaan mengenai efek samping biasanya menjadi salah satu hal pertama yang muncul. Namun, ada hal yang tidak kalah penting untuk dipahami: bagaimana treatment tersebut dilakukan dan apakah kondisi kulit sudah siap menerimanya.
Hal ini juga berlaku pada RDNA-S. Sebagai salah satu treatment skin booster, RDNA-S diberikan melalui teknik injeksi langsung ke lapisan dermis kulit. Dengan cara tersebut, bahan aktif dapat diberikan langsung pada area kulit yang membutuhkan perbaikan. Prosedurnya dilakukan oleh dokter dengan mengikuti protokol treatment yang berlaku di Carla Skin Clinic.
RDNA-S Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Kulit
Meskipun secara umum RDNA-S dapat digunakan pada berbagai jenis kulit, bukan berarti treatment dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk setiap orang.
Dr. Fanny Rustandy, dari Carla Skin Clinic, klinik anti-aging Jakarta, menyebut, dokter perlu melakukan penilaian terhadap kondisi kulit terlebih dahulu. Dari penilaian tersebut, dokter kemudian menentukan teknik, area, dan frekuensi treatment sesuai kebutuhan pasien.
“Tidak ada jenis kulit tertentu yang secara umum tidak dapat menggunakan RDNA-S,” jelas dr. Fanny. Namun, kondisi kulit tetap perlu diperiksa secara langsung, terutama bila terdapat kondisi khusus seperti iritasi atau infeksi aktif.
Artinya, meski memiliki kulit sensitif, tidak berarti tidak dapat melakukan treatment RDNA-S. Pasien dengan kulit sensitif tetap dapat menjalani treatment, tetapi penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan toleransi masing-masing. Pada kondisi tertentu, penggunaan anestesi bahkan dapat tidak dilakukan.
Inilah mengapa rekomendasi dokter menjadi bagian penting dari treatment, bukan sekadar formalitas sebelum tindakan.

Lalu, Apa Efek Samping RDNA-S?
Setelah memahami prosedurnya, pertanyaan berikutnya tentu adalah mengenai efek samping RDNA-S.
Menurut dr. Fanny, secara umum RDNA-S dapat ditoleransi dengan baik. Meski demikian, pada area injeksi dapat muncul kemerahan sementara sebagai respons kulit setelah tindakan. Kondisi ini umumnya akan membaik dengan sendirinya.
Kemerahan pasca injeksi tersebut merupakan salah satu kondisi yang mungkin terlihat setelah treatment. Karena respons kulit setiap orang dapat berbeda, dokter juga akan memberikan penjelasan mengenai kondisi yang mungkin muncul setelah tindakan sekaligus bagaimana merawatnya.
Dari sini terlihat bahwa membicarakan efek samping bukan berarti treatment harus dipandang menakutkan. Justru, mengetahui respons yang mungkin terjadi membantu pasien memiliki ekspektasi yang lebih realistis.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum RDNA-S?
Salah satu pantangan sebelum RDNA-S yang perlu diperhatikan adalah memastikan kulit berada dalam kondisi yang baik.
Sebelum treatment, kulit sebaiknya tidak sedang mengalami infeksi maupun iritasi aktif. Kondisi kulit tersebut menjadi bagian dari penilaian dokter sebelum tindakan dilakukan.
Karena setiap kulit memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, prosedur juga perlu mengikuti rekomendasi dokter. Pendekatan ini penting agar teknik, area, dan treatment yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi pasien.
Setelah RDNA-S, Apa yang Tidak Boleh Dilakukan?
Perawatan setelah treatment juga tidak kalah penting. Dalam 24 jam pertama, pasien disarankan tidak melakukan massage pada area yang mendapatkan treatment. Selain itu, hindari paparan panas berlebihan dan gunakan sunscreen atau sunblock secara rutin.
Bukan berarti setelah RDNA-S pasien harus menghentikan seluruh aktivitas. Aktivitas normal tetap dapat dilakukan sesuai kondisi kulit. Namun, sebaiknya hindari hal-hal yang berpotensi meningkatkan iritasi atau paparan panas pada kulit.
Bagaimana dengan skincare? Rutinitas skincare tetap dapat dilakukan selama produk yang digunakan tidak bersifat iritatif.
Memahami RDNA-S bukan hanya soal mengetahui apa yang mungkin terjadi setelah injeksi. Yang lebih penting adalah memahami bahwa setiap treatment perlu dimulai dari kondisi kulit yang tepat, dilakukan dengan prosedur yang sesuai, dan dilanjutkan dengan perawatan setelah tindakan.
Dengan pemahaman tersebut, efek samping tidak lagi menjadi sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan bagian dari informasi yang perlu diketahui sebelum membuat keputusan mengenai treatment kulit.
Untuk informasi lebih lengkap, kamu bisa menghubungi Carla Skin Clinic dan berkonsultasi dengan dokter. Dari beberapa cabang Carla Skin Clinic, seperti di Taman Harapan Indah, Mall Taman Anggrek, Pluit Village dan Gading Serpong, pilihlah yang lokasinya paling dekat denganmu.
(Bekti/SEO/110926)
💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?
Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!
Booking Sekarang →