Efek Samping Salmon DNA, Seberapa Aman Treatment yang Lagi Viral Ini?

Skin & Health ✍️ Beben 📅 27 Aug 2026 ⏱️ 4 menit baca
Efek Samping Salmon DNA, Seberapa Aman Treatment yang Lagi Viral Ini?

Efek Samping Salmon DNA, Seberapa Aman Treatment yang Lagi Viral Ini?

 

Jakarta, Indonesia – Nama "Salmon DNA" belakangan ini sering muncul di feed media sosial dan jadi bahan obrolan di klinik kecantikan. Treatment yang menggunakan PDRN (Polydeoxyribonucleotide) dari DNA ikan salmon ini diklaim dapat membuat kulit glowing, kenyal, dan memperbaiki tekstur dari dalam.

Di Carla Skin Clinic, Salmon DNA tercatat sebagai salah satu treatment yang banyak diminati. Banyak pasien datang dengan keluhan bekas jerawat, bopeng, kulit kusam, pori besar, hingga kulit kendur. Terlepas dari mengatasi permasalahan dan keluhan kulit, satu pertanyaan paling sering muncul: "Aman nggak sih disuntikin DNA salmon ke wajah?"

Untuk menjawabnya, ada penjelasan menarik dari dr. Felicia Suryanto dari Carla Skin Clinic. Dokter estetika di Carla Skin Clinic Gading Serpong ini mengatakan kekhawatiran soal keamanan adalah hal yang wajar. Apalagi ini menyangkut bahan yang disuntikkan ke kulit. "Tetapi, produk PDRN (Polydeoxyribonucleotide) atau Salmon DNA yang digunakan di Carla Skin Clinic sudah terdaftar dan mendapat pengakuan dari BPOM dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia," kata dr. Felicia.

Lebih dari itu, dr. Felicia menjamin produk yang dipakai sudah melalui uji klinis ketat. "Produk ini memiliki standar kemurnian tinggi, bebas kontaminan berbahaya, dan tingkat biokompatibilitas yang tinggi dengan tubuh manusia. Jadi risikonya sangat minimal," jelasnya.

Secara fungsi, Salmon DNA bekerja sebagai "booster" alami. Ia merangsang produksi kolagen dan memperbaiki sel kulit dari dalam.

"Terapi Salmon DNA itu praktis. Ia tidak menutupi masalah, tapi memperbaiki 'pabrik' kulit agar sehat, kuat, dan glowing dari dalam. Makanya hasil terbaik hanya didapat jika konsultasi dengan dokter berpengalaman dan dilakukan di klinik terpercaya," ujar dr. Felicia.

Meski aman, seperti prosedur medis lainnya, Salmon DNA tetap bisa menimbulkan efek samping. Tapi tenang, semuanya tergolong ringan dan sementara. "Reaksi biasanya muncul di area suntikan dan akan menghilang dalam beberapa hari setelah prosedur," kata dr. Felicia.

Berikut 4 efek samping Salmon DNA yang paling umum:

1.     Pembengkakan Ringan

Area yang disuntikkan mungkin sedikit bengkak. Ini respons alami tubuh terhadap injeksi dan biasanya mereda dalam 1-2 hari.

2.     Kemerahan

Kulit di sekitar titik suntikan bisa tampak kemerahan. Sama seperti memar, ini bagian dari proses penyembuhan.

3.     Sensasi Gatal atau Terbakar

Beberapa orang merasakan gatal atau sensasi terbakar ringan. Perasaan ini umumnya tidak berlangsung lama.

4.     Memar Kecil

Titik suntikan bisa meninggalkan memar kecil atau bintik biru keunguan. Memar ini akan memudar dengan sendirinya seperti memar biasa.

Menurut dr. Felicia, penting untuk diingat, jika efek samping berlanjut lebih dari seminggu atau justru memburuk, segera konsultasi dengan dokter.

Treatment Ini Sakit Nggak dan Berapa Lama Prosedurnya?

Mengenai rasa sakit, ini paling banyak ditanya. Jawaban dr. Felicia: tergantung teknik dan ambang nyeri masing-masing.

"Untuk prosedur injeksi manual, biasanya masih terasa meski sudah menggunakan anestesi topikal. Tingkat nyerinya sekitar 3-5 dari skala 10. Sementara untuk microneedling atau dengan vital injector, umumnya lebih nyaman. Tingkat nyerinya berkisar di 1-3," jelasnya.

Di Carla Skin Clinic, prosedur durasi Salmon DNA memakan waktu kurang lebih 1 jam termasuk proses anestesi topikal. Teknologi vital injector juga digunakan untuk meminimalisir rasa nyeri.

Recovery, Jarak Treatment, dan Aftercare

Setelah treatment, masa pemulihan rata-rata berlangsung 5-7 hari. "Kalau pakai microneedling, kulit bisa terasa kering atau sedikit mengelupas di hari-hari awal. Itu normal," kata dr. Felicia.

Lalu berapa kali harus treatment? Hasil Salmon DNA bersifat kumulatif.

"Untuk hasil optimal, kami sarankan mengambil paket 4 kali treatment atau lebih. Setelah itu lanjut maintenance 1-2 bulan sekali untuk menjaga hasilnya," ujarnya.

Dan tentang jarak antar treatment juga penting. "Untuk vital injector, jeda 2 minggu. Kalau microneedling, jedanya 4 minggu agar kulit punya waktu sembuh sempurna," tambahnya.

Tentang hasil, kata dr. Felicia bisa bertahan sekitar 1 bulan.Yang tidak kalah penting adalah perawatan di rumah.

"Makanan tidak ada pantangan khusus. Tapi untuk skincare, selama 1 minggu pertama cukup pakai pelembap dan sunscreen. Hindari dulu produk dengan bahan aktif keras seperti vitamin C dosis tinggi, retinol, atau peeling," pesan dr. Felicia.

Dari penjelasan dr. Felicia, aman jika dilakukan di tempat yang tepat maka Salmon DNA terbukti efektif untuk regenerasi kulit. Selain itu kuncinya ada pada 2 hal yaitu :  produk yang teruji dan ditangani oleh tenaga profesional.

"Untuk perawatan yang baik adalah perawatan dari dalam yang dilakukan secara rutin, bukan yang serba instan," kata dr. Felicia.

Saran, bagi Anda yang ingin mencoba, langkah pertama yang disarankan adalah pilih klinik kecantikan yang berkualitas dan berkonsultasi dulu dengan tim dokter yang professional yang akan mengevaluasi kondisi kulit dan menentukan paket treatmentnya.

***

 

 

Tags: #Salmon DNA #PDRN #efek samping #keamanan treatment #injeksi wajah #BPOM #bengkak #kemerahan #memar #gatal #vital injector #microneedling #aftercare #skin barrier #regenerasi kulit #Carla Skin Clinic #dr. Felicia #klinik kecantikan Jakarta

Bagikan artikel ini:

💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?

Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!

Booking Sekarang →