Jerawat Terlihat Matang? Belum Tentu Boleh Dipencet

Skin & Health ✍️ Beben 📅 05 Sep 2026 ⏱️ 3 menit baca
Jerawat Terlihat Matang? Belum Tentu Boleh Dipencet

Jerawat Terlihat Matang? Belum Tentu Boleh Dipencet

(main image: perempuan sedang memencet jerawat sendiri, kalau ada)

Terlihat matang bukan berarti jerawat siap dipencet. Sebelum tangan ikut campur, kenali dulu apa yang sebenarnya terjadi pada kulit.

Jakarta, Indonesia - Ada satu kebiasaan yang sulit ditahan ketika jerawat muncul: memencetnya. Apalagi ketika jerawat terlihat memiliki “mata” dan terasa seperti tinggal dikeluarkan. Rasanya sederhana, keluarkan isinya, lalu masalah selesai.

Sayangnya, tidak selalu demikian.

Pertanyaan boleh tidak memencet jerawat tidak bisa dijawab hanya dengan “ya” atau “tidak”. Kondisi jerawat, waktunya, dan cara penanganannya perlu diperhatikan. Inilah yang membuat anggapan bahwa semua jerawat yang terlihat matang boleh langsung dipencet, perlu diluruskan.

Tidak semua jerawat boleh dipencet

Tim Dokter dari Carla Skin Clinic menjelaskan, kondisi jerawat perlu dilihat terlebih dahulu sebelum menentukan penanganannya.

Pada facial, misalnya, komedo atau jerawat yang sudah memiliki “mata” dapat dibantu melalui ekstraksi. Namun, kondisi berbeda berlaku pada jerawat yang masih bantet atau biasa disebut jerawat batu. Jika belum memiliki “mata”, jerawat tersebut tidak disarankan untuk dipaksakan keluar.

“Kalau dipaksakan untuk dipencet, nanti bisa menyebabkan scar atau bekas,” ujarnya.

Jadi, mitos pencet jerawat fakta bukan semata-mata soal apakah memencet jerawat selalu salah. Yang lebih penting adalah memahami bahwa tidak semua jerawat berada pada kondisi yang sama.

Mengapa memencet sendiri bisa menjadi masalah?

Ketika dilakukan dengan tekanan atau teknik yang tidak tepat, memencet jerawat dapat melukai kulit. Luka kecil yang tidak selalu terlihat dapat menjadi jalan masuk bakteri dan meningkatkan risiko infeksi, sementara tekanan pada jaringan di sekitar jerawat dapat memperberat peradangan.

Akibatnya pun bukan selalu jerawat yang lebih cepat mengempis. Kulit dapat menjadi lebih merah, bengkak, nyeri, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Dalam beberapa kasus, masalah yang tersisa justru bukan lagi jerawatnya, melainkan bekas kemerahan, noda kehitaman, atau bahkan bopeng.

Inilah salah satu bahaya pencet jerawat sendiri yang sering terlupakan: keinginan menyelesaikan masalah dengan cepat justru dapat meninggalkan persoalan yang lebih panjang.

Ekstraksi bukan berarti asal memencet

Di titik ini, penting membedakan antara memencet jerawat sendiri dan ekstraksi jerawat profesional.

Ekstraksi dalam penanganan di Carla Skin Clinic, salah satu klinik jerawat di Jakarta, tidak dilakukan secara sembarangan. Dokter terlebih dahulu melihat kondisi jerawat. Jika memang sudah memungkinkan untuk dikeluarkan, barulah ekstraksi dapat dilakukan. Jika belum, pasien dapat diminta menunggu dan kembali untuk dievaluasi beberapa hari kemudian.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa saran dokter soal memencet jerawat bukan sekadar larangan untuk menyentuh wajah, tetapi ajakan untuk memahami kapan sebuah tindakan memang dibutuhkan dan kapan kulit justru perlu diberi waktu.

Bahkan ketika jerawat cukup besar dan bantet, penanganannya tidak selalu berupa ekstraksi. Dokter menyebut acne injection dan Citrine Power Flash sebagai pilihan yang dapat dipertimbangkan sesuai kondisi pasien.

(image: pasien jerawat sedang perawatan di klinik)

Kadang, keputusan terbaik adalah menunggu

Keinginan memencet jerawat biasanya muncul karena kita ingin melihat hasil secepat mungkin. Padahal, kulit memiliki prosesnya sendiri.

Daripada terus menyentuh atau mencoba mengeluarkan jerawat yang belum siap, pendekatan yang lebih aman adalah menjaga kulit tetap bersih, menghindari kebiasaan menyentuh atau menggaruk, serta menggunakan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit.

Pada akhirnya, jerawat tidak selalu membutuhkan tangan kita untuk “diselesaikan”.

Ada kalanya yang dibutuhkan justru sedikit kesabaran. Karena jerawat yang tampak matang belum tentu siap dipencet, dan keputusan untuk tidak memaksanya keluar bisa menjadi langkah penting untuk menghindari peradangan dan bekas yang lebih sulit ditangani.

Jadi, ketika tangan mulai tergoda untuk memencet jerawat berikutnya, mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukan, “Bisa dipencet atau tidak?”

Melainkan: “Apakah kulit saya memang sudah siap untuk tindakan itu?”

 

Tags: #jerawat #memencet jerawat #ekstraksi profesional #scar bekas jerawat #acne injection #Citrine Power Flash #perawatan aman #klinik dermatologi #Carla Skin Clinic #jerawat batu #jerawat bantet #skin barrier

Bagikan artikel ini:

💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?

Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!

Booking Sekarang →