Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Picu Jerawat Membandel
Jerawat tidak hanya menyerang remaja. Banyak orang dewasa juga masih bergelut dengan masalah kulit ini. Padahal, penyebab jerawat tidak melulu karena wajah kotor. Menurut tim dokter Carla Skin Clinic, ada banyak faktor yang memicu jerawat, mulai dari faktor internal tubuh hingga kebiasaan sepele sehari-hari yang sering disepelekan.
“Jerawat dipicu oleh berbagai faktor kompleks, mulai dari produksi minyak berlebih, penyumbatan pori-pori, pertumbuhan bakteri, hingga peradangan,” ujar tim dokter Carla Skin Clinic saat ditemui di Carla Skin Clinic Taman Harapan Indah, Jakarta Barat, Kamis (4/9/2026).
Kenapa Jerawat Bisa Muncul? Ini Prosesnya
Kulit secara alami memproduksi sebum untuk melembapkan. Namun produksi berlebih ditambah sel kulit mati bisa menyumbat pori. Inilah awal mula munculnya komedo dan jerawat di kulit yang kita miliki.
Saat pori tersumbat, bakteri C. acnes bisa berkembang biak yang menyebabkan sistem imun tubuh merespons dengan peradangan, sehingga muncul jerawat merah, bengkak, dan bernanah. Tentu saja jerawat yang muncul ini sangat berbeda masing-masing orang, tergantung jenis kulit yang dimilikinya.
“Artinya, jenis kulit berminyak perlu perawatan berbeda dibanding kulit kering. Beda masalahnya. Beda usia, beda perawatan juga. Jadi memang melihat dari orangnya,” kata dokter Carla Skin Clinic.
5 Faktor Kompleks Penyebab Jerawat
Dokter merangkum beberapa faktor utama yang sering jadi pemicu jerawat membandel:
1. Perubahan Hormon; Penyebab utama jerawat, terutama saat pubertas, menstruasi, kehamilan, atau stres. Hormon androgen membuat kelenjar minyak lebih aktif sehingga pori mudah tersumbat.
2. Faktor Genetika; Jika orang tua punya riwayat jerawat parah, kemungkinan anaknya mengalami hal serupa juga lebih besar.
3. Stres dan Kurang Tidur; Stres memicu hormon kortisol yang membuat kelenjar minyak makin aktif. Kurang tidur juga mengganggu perbaikan kulit di malam hari.
4. Pola Makan; Makanan tinggi gula dan produk susu diduga dapat memperparah jerawat pada sebagian orang.
5. Paparan Matahari dan Polusi; Paparan UVA dan UVB bisa memicu peradangan dan hiperpigmentasi pada bekas jerawat. Polusi juga membuat pori tersumbat lebih cepat.
Selain faktor di atas, ada kebiasaan sehari-hari yang memperparah kondisi jerawat. “Bahkan penggunaan skincare setiap hari pun tidak menutup kemungkinan jerawat tetap muncul jika produknya tidak cocok,” jelas dokter.
- Sering memencet jerawat: Bisa menyebabkan infeksi, peradangan, dan bekas luka hitam.
- Jarang ganti sarung bantal dan masker: Kotoran dan minyak menempel ke wajah setiap malam.
- Menyentuh wajah dengan tangan kotor: Memindahkan bakteri ke kulit.
- Menggunakan skincare tidak sesuai jenis kulit: Produk yang terlalu berat bisa menyumbat pori meski sudah rutin dipakai
Dampak Jerawat pada Kulit dan Psikologi
Jerawat yang tidak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan dampak panjang. Mulai dari bekas luka, flek hitam, hingga memengaruhi rasa percaya diri dan aspek psikososial seseorang. Karena itu, penanganan tidak boleh asal.
Tujuan utama bukan hanya menghilangkan jerawat aktif, tapi juga mencegah kekambuhan dan bekas jerawat. Untuk mengendalikan jerawat, perlu dilakukan beberapa langkah dasar agar jerawat tidak timbul terus.
Pertama, jaga kebersihan kulit wajah secara rutin dengan sabun lembut 2x sehari. Kedua, gunakan pelembap dan sunscreen setiap hari. Sunscreen non-comedogenic penting untuk mencegah bekas jerawat makin gelap. Ketiga, hindari kebiasaan memencet jerawat sendiri dan kelola stres dengan baik. Kelima, Konsultasi ke dokter jika jerawat tidak membaik dalam 6-8 minggu.
“Jika jerawat menetap atau semakin parah, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat,” tutup dokter Carla Skin Clinic.
💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?
Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!
Booking Sekarang →