Melasma: Kenali Penyebab, dan Gejalanya

Skin & Health ✍️ Beben 📅 17 Aug 2026 ⏱️ 3 menit baca
Melasma: Kenali Penyebab, dan  Gejalanya

Melasma: Kenali Penyebab, dan Gejalanya

Melasma: Kenali Penyebab, dan  Gejalanya 
Skincare bukanlah penyebab tunggal melasma. Produk skincare yang tidak sesuai hanya dapat menjadi faktor pencetus atau memperberat apabila menyebabkan inflamasi pada kulit
Jakarta, Indonesia –Di beberapa klinik kecantikan, melasma menjadi pembahasan penting. Menurut dokter Tiffany Dwi Yanti, dokter spesialis kulit dari Carla Skin Clinic, melasma merupakan salah satu kelainan pigmentasi yang cukup sering dijumpai di Indonesia. 
“Hal ini terutama karena negara kita memiliki paparan sinar matahari tinggi sepanjang tahun,” kata doker Tiffany memberikan penjelasan pada Sabtu (8/8) di Carla Skin Clinic. Klinik ini tercatat sebagai salah satu klinik kecantikan terbaik di Jakarta.
Dokter Tiffany menjelaskan kasus melasma kini lebih sering ditemukan pada wanita dibanding pria, terutama usia produktif sekitar 20–50 tahun. Dia juga menegaskan individu dengan warna kulit sedang hingga lebih gelap juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami melasma dibandingkan kulit yang sangat terang. 
Menurut dokter Tiffany melasma adalah kelainan hiperpigmentasi kronis yang penyebabnya bersifat multifactorial dan tidak ada satu faktor tunggal yang menjadi penyebab, melainkan kombinasi beberapa faktor.

dr-tiffany-dwi-yanti.JPG
Dokter Tiffany menceritakan pengalamannya, di Carla Skin Cinic terhadap pasien Ema Gunawan yang mengalami melasma karena terdapat riwayat penggunaan beberapa produk skincare. Termasuk obat sebelumnya yang diduga ketidak cocokan dosis yang menyebabkan iritasi kulit sehingga skin barrier terganggu. 
“Nah, saat skin barrier mengalami kerusakan, kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari maupun cahaya tampak (visible light). Sehingga sel penghasil pigmen (melanosit) menjadi lebih aktif memproduksi melanin,” ujar dokter Tiffany.
Dia juga mengatakan, selain itu, faktor paparan sinar ultraviolet, panas (heat exposure), faktor hormonal, usia, dan kecenderungan genetik juga berperan memperberat kondisi tersebut.
“Jadi perlu dipahami bahwa skincare bukanlah penyebab tunggal melasma. Produk skincare yang tidak sesuai hanya dapat menjadi faktor pencetus atau memperberat apabila menyebabkan inflamasi pada kulit,” ujar dia. 
Pada melasma akibat penggunaan skincare sebenarnya bukan karena produk tersebut langsung menimbulkan flek, melainkan melalui proses inflamasi. Dan saat seseorang menggunakan produk yang terlalu keras atau over bahan aktif terjadi. 
Menurut dokter Tiffany, inflamasi pada kulit akibatnya terjadi pada peradangan ringan kronis, pelepasan berbagai mediator inflamasi, aktivasi melanosit, dan peningkatan produksi melanin.
“Apabila kondisi ini berlangsung bersamaan dengan paparan sinar matahari atau panas, maka produksi melanin menjadi semakin meningkat sehingga timbul bercak cokelat khas melasma,” kata dia.
Selain itu, kata dokter Tiffany ada beberapa obat tertentu seperti kontrasepsi hormonal maupun terapi hormon dapat meningkatkan risiko terjadinya melasma pada individu yang memang memiliki predisposisi.
Selanjutnya, dokter Tiffany juga menjelaskan gejala utama melasma berupa bercak berwarna cokelat muda hingga cokelat keabu-abuan yang muncul secara bertahap. Dan Lokasi ini sering meliputi pada bagian pipi, dahi, hidung, alas bibir dan dagu. 
****

Tags: #Melasma #Flek Wajah #Hiperpigmentasi #Skincare #Skin Barrier #Kesehatan Kulit #Dokter Kulit

Bagikan artikel ini:

💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?

Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!

Booking Sekarang →