Melasma Sulit Hilang dan Sering Kambuh, Kenali Faktor Pemicunya!

Skin & Health ✍️ Beben 📅 19 Aug 2026 ⏱️ 4 menit baca
Melasma Sulit Hilang dan Sering Kambuh, Kenali Faktor Pemicunya!

Melasma Sulit Hilang dan Sering Kambuh, Kenali Faktor Pemicunya!


Melasma susah hilang karena kondisinya bukan sekadar flek biasa di permukaan kulit. Tetapi gangguan pigmen kronis yang melibatkan aktivitas sel melanosit yang terlalu aktif, peradangan, pembuluh darah, serta letak pigmen yang bisa menembus hingga ke lapisan kulit dalam atau dermis. 
Jakarta, Indonesia – Banyak pasien penderita melasma yang merasa frustasi. Sudah diobati, fleknya hilang, tapi beberapa waktu kemudian muncul lagi. Melasma sering kambuh, seolah sembuh, faktanya muncul lagi atau datang kembali. 
Memang, melasma bukan flek biasa dan bukan masalah sederhana. Dia dipengaruhi oleh banyak faktor seperti UV, hormon, skin barrier, hingga vascular, sehingga tidak bisa dibatasi dengan satu treatment saja. 
Melasma adalah gangguan pigmen kronis yang melibatkan aktivitas sel melanosit yang terlalu aktif, peradangan, pembuluh darah, hingga letak pigmen yang bisa menembus sampai lapisan dermis.
Dokter Tiffany Dwi Yanti, dari Carla Skin Clinic, tercatat sebagai salah satu klinik kecantikan Jakarta, menjelaskan bahwa melasma adalah salah satu kelainan pigmentasi yang cukup sering dijumpai di Indonesia.
“Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi kronis yang penyebabnya multifaktorial. Tidak ada satu faktor tunggal, melainkan kombinasi beberapa faktor. Karena itu skincare saja bukan penyebab tunggal. Produk yang tidak cocok hanya bisa menjadi pemicu atau memperberat jika menyebabkan inflamasi,” ujar dr. Tiffany pada Sabtu (8/8) di Carla Skin Clinic, yang juga tercatat klinik anti aging Jakarta.
Melasma susah hilang karena kondisinya bukan sekadar flek biasa di permukaan kulit. Tetapi gangguan pigmen kronis yang melibatkan aktivitas sel melanosit yang terlalu aktif, peradangan, pembuluh darah, serta letak pigmen yang bisa menembus hingga ke lapisan kulit dalam atau dermis. 
Secara medis, melasma terjadi karena melanosit memproduksi melanin secara berlebihan. Berbeda dengan flek matahari, melasma memiliki komponen vaskular dan hormonal yang kompleks. Inilah yang membuat melasma tidak bisa hilang dalam sekejap, apalagi hanya dengan satu kali perawatan.
Untuk pengobatannya pun butuh pendekatan jangka panjang, konsisten, dan perlindungan total terhadap pemicunya. 


Berikut, ada enam faktor utama yang memicu dan membuat melasma sulit hilang dan bisa kembali lagi:

  1. Meremehkan paparan sinar matahari
    Kesalahan paling fatal adalah hanya pakai sunscreen saat di luar ruangan. Padahal sinar UVA bisa menembus kaca jendela, dan cahaya dari layar gawai juga bisa merangsang melanosit. Penderita melasma wajib pakai tabir surya spektrum luas setiap hari, apa pun cuacanya.
  2. Jarang re-apply sunscreen
    Mengoles sunscreen sekali di pagi hari tidak cukup. Efektivitasnya turun setelah 2-3 jam, apalagi kalau berkeringat. Tanpa aplikasi ulang, kulit kembali rentan terpapar radiasi pemicu pigmen baru.
  3. Mengabaikan faktor hormonal
    Melasma sangat dipengaruhi hormon estrogen dan progesteron. Penggunaan KB hormonal atau kehamilan sering jadi pemicu utama. Kalau perawatan kulit tidak dibarengi konsultasi hormon, melasma akan terus diproduksi dari dalam.
  4. Terlalu sering terpapar panas
    Selain matahari, panas juga memicu melasma. Aktivitas seperti memasak di depan kompor, sauna, atau mandi air panas terlalu lama bisa melebarkan pembuluh darah dan memperparah pigmentasi tipe vaskular.
  5. Pakai produk ilegal atau bermerkuri karena tidak sabar
    Keinginan untuk sembuh instan sering membuat orang tergiur "krim racikan" yang janji putih cepat. Padahal produk ini illegal dan sering mengandung merkuri atau steroid dosis tinggi yang merusak skin barrier. Jangka panjangnya bisa menyebabkan okronosis, yaitu pigmentasi biru-hitam permanen yang jauh lebih sulit diobati.
  6. Tidak memperhatikan kedalaman pigmen dan peradangan berulang
    Melasma tipe dermal atau campuran ada di lapisan kulit lebih dalam sehingga sulit dijangkau perawatan biasa. Sementara iritasi karena produk keras justru merusak skin barrier dan memicu produksi pigmen lagi.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Menurut beberapa saran para ahli kesehatan dan kecantikan kulit,  kunci untuk mengontrol dan memudarkan melasma berikut ini:

    • Proteksi ketat dengan memakai sunscreen setiap hari dan lakukan re-application secara rutin. 
    • Memakai bahan aktif topical yaitu menggunakan krim atau serum pencerah seperti hydroquinone, tretinoin, asam traneksamat, atau vitamin C berdasarkan resep dokter.
    • Prosedur klinis: Jalani tindakan medis lanjutan sesuai saran dokter kulit di klinik.

Ya. melasma memang bandel, tapi bukan berarti tidak bisa dikontrol. Kuncinya: sabar, konsisten, dan tepat penanganannya dengan mendatangi klinik kulit dan kecantikan, seperti datang ke Carla Skin Clinic! 
Carla Skin Clinic merupakan klinik dermatologi estetika yang telah dipercaya masyarakat Indonesia sejak tahun 1980. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, ditangani para dokter berpengalaman, didukung teknologi modern dan menghadirkan berbagai treatmen seperti acne treatment, scar repair, skin booster, skin rejuvenation, anti-aging treatment, laser treatment, hingga body contouring.

Tags: #melasma #hiperpigmentasi #flek wajah #sunscreen #hormon #skin barrier #Carla Skin Clinic #klinik dermatologi estetika #perawatan melasma

Bagikan artikel ini:

💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?

Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!

Booking Sekarang →