Minum Kolagen Tiap Hari Tapi Kulit Tetap Kendor? Ini Kesalahannya!

Skin & Health ✍️ Beben 📅 24 Oct 2026 ⏱️ 4 menit baca
Minum Kolagen Tiap Hari Tapi Kulit Tetap Kendor? Ini Kesalahannya!

Minum Kolagen Tiap Hari Tapi Kulit Tetap Kendor? Ini Kesalahannya!

Kolagen dipercaya bisa membuat kulit lebih lembab, tidak cepat kendur dan cerah. Lantas apa sebenarnya kolagen itu? Benarkah penggunaannya bisa berkhasiat pada kesehatan kulit?

Setiap orang, terutama perempuan pasti menginginkan kulit sehat mulus dan bersinar tentunya menjadi dambaan semua orang terutama perempuan. Berbagai cara dilakukan agar kulit wajah dan tubuh sehat dan prima. Perawatan di klinik kecantikan menggunakan produk kecantikan kulit hingga konsumsi suplemen seperti kolagen.

Kolagen sebenarnya adalah protein dalam tubuh yang ada secara alamiah yang berperan baik untuk menjaga kesehatan kulit, gigi hingga otak. Dengan manfaat yang baik untuk kulit, kolagena akan membuat kulit lebih lembab tidak cepat kendur, cerah dan bersinar namun tidak untuk memutihkan.

Seiring bertambahnya usia kolagen dalam tubuh akan berkurang jumahnya. Pada beberapa literatur mengatakan di usia 25 hingga 30 tahun, kolagen dalam tubuh akan berkurang sekitar 1.5% setiap tahunnya.

Akhir-akhir ini, suplemen dan minuman kolagen sedang jadi pembicaraan di media sosial dan diburu orang. Menanggapi hal tersebut, Tim Dokter Carla Skin Clinic menegaskan bahwa anggapan tersebut adalah mitos yang perlu diluruskan.

"Mitos. Minum suplemen kolagen saja tidak otomatis membuat kulit kencang jika gaya hidup harian Anda masih merusak kolagen, seperti sering panas-panasan tanpa sunscreen, merokok, atau gemar makan manis. Suplemen kolagen adalah bentuk dukungan nutrisi tambahan, bukan perisai ajaib yang bisa bekerja sendiri," jelas Tim Dokter Carla Skin Clinic.

 

Kolagen Mulai Menurun Sejak Usia 20-an

Banyak yang mengira penurunan kolagen baru terjadi di usia 40-an, padahal proses ini terjadi lebih awal dibandingkan yang kita kira. Tanda-tanda awalnya pun sering tidak disadari.

"Produksi kolagen mulai mengalami penurunan semenjak usia 20 tahunan dan akan bertambah menurun lagi seiring dengan bertambahnya usia. Dimana fibroblast mulai menurun dan tubuh kehilangan sekitar 1% kolagen setiap tahunnya," ungkap Tim Dokter.

Tanda ini bisa dimulai kulit terasa sedikit lebih kering, kurang kenyal, cepat kusam, dan bekas jerawat atau luka akan lebih lama pemulihannya. Selain itu, terbentuk garis-garis halus samar di area sekitar mata, serta garis senyum yang hilangnya lebih lama dari biasanya saat berekspresi. Karena itu, perawatan kolagen sebaiknya tidak menunggu tanda penuaan muncul.

"Sebaiknya tidak menunggu tanda penuaan muncul. Karena preventive kolagen sebaiknya dimulai semenjak usia 20-an, sebagai bentuk investasi pencegahan daripada harus memperbaikinya setelah mengalami kerusakan parah di usia 40-an," tambahnya.

Kebutuhan perawatan pun berbeda di setiap usia. Di usia 20-an, fokusnya adalah pencegahan dan perlindungan dengan pola hidup sehat, sunscreen, dan antioksidan seperti Vitamin C. Memasuki usia 30-an, fokus bergeser pada stimulasi dan preservasi dengan retinoid dosis ringan, peptida, dan hidrasi intensif.

Sementara di usia 40-an ke atas, dibutuhkan reparasi dan regenerasi maksimal melalui skincare konsentrasi tinggi, suplemen, hingga professional treatment seperti laser, radiofrequency, atau filler.

 

Mengapa Hasil Suplemen Kolagen Bisa Berbeda?

Cara kerja suplemen kolagen di dalam tubuh tidak sesederhana yang dibayangkan, karena peristiwanya terjadi secara ilmiah.

"Ketika kita mengonsumsi suplemen kolagen, terutama jenis hydrolyzed collagen, enzim pencernaan memecahnya menjadi asam amino dan peptida pendek yang diserap oleh usus masuk ke aliran darah. Peptida ini kemudian bersirkulasi ke kulit dan berfungsi ganda sebagai bahan bangunan serta sebagai sinyal bagi fibroblast untuk memicu sintesis kolagen baru," jelasnya.

Hasil yang berbeda pada tiap orang dipengaruhi oleh faktor usia, metabolisme pencernaan individu, tingkat stres oksidatif harian, serta kepatuhan menjalani gaya hidup sehat secara keseluruhan.

Musuh utama kolagen bukan hanya usia, melainkan akumulasi kebiasaan kecil harian.

1.   Konsumsi gula berlebih akan berikatan dengan serat kolagen dan elastin melalui proses glikasi, sehingga serat menjadi kaku, rapuh, dan rusak.

2.   Kurang tidur dan banyak begadang.

3.   Merokok dan pola hidup mager kurang olah raga

4.   Kombinasi Makanan Manis, Gorengan, dan Malas Minum Air

5.   Keluar Tanpa Sunscreen dan Sabun Muka yang Keras

 

Makanan Peningkat Kolagen Alami yang Wajib Ada di Piring

Daripada langsung berinvestasi pada suplemen mahal, Tim Dokter menyarankan untuk memperbaiki isi piring terlebih dahulu. Makanan yang wajib ada meliputi sumber protein berkualitas seperti putih telur, kaldu tulang, daging tanpa lemak, dan ikan sebagai sumber Prolin dan Glisin.

Vitamin C sebagai kofaktor pembentuk kolagen bisa didapat dari jeruk, kiwi, stroberi, jambu biji, paprika, dan brokoli. Sementara tembaga dan seng bisa diperoleh dari kacang-kacangan, biji labu, makanan laut, dan bayam.

Untuk pemula yang ingin memulai perawatan minimalis, Tim Dokter merekomendasikan tiga langkah utama: pembersih yang lembut untuk menjaga barrier, tabir surya spektrum luas setiap hari sebagai langkah mutlak, dan pelembap yang mengandung peptide atau niacinamide.

 

(Galuh/24102026)

 

 

 

 

 

Booking Konsultasi Gratis

Tags: #kolagen #suplemen kolagen #hydrolyzed collagen #vitamin C #sunscreen #antioksidan #Carla Skin Clinic

Bagikan artikel ini:

⚡ Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?

Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!

Booking Sekarang →