Darren Chandra
"Jerawat saya sebenarnya sudah muncul sejak SMA, tetapi awalnya tidak separah yang kemudian saya alami. Memasuki tahun kedua kuliah, jerawat saya tiba-tiba muncul banyak sekali. Dalam waktu yang cukup singkat, kondisi wajah saya berubah dan jerawatnya semakin parah.
Saya sempat bingung karena sampai sekarang pun saya tidak benar-benar tahu penyebab pastinya. Saya sudah mencoba berbagai cara, mulai dari pergi ke beberapa dokter kulit, sampai mencoba mengatur pola makan. Saya pernah berhenti minum susu, mengurangi kacang dan makanan pedas, bahkan sempat berhenti minum whey protein saat nge-gym. Tapi jerawatnya tetap muncul.
Yang paling mengganggu sebenarnya bukan hanya kondisi kulitnya, tetapi juga rasa tidak nyaman dan malu ketika bertemu orang. Jerawat saya tipe yang bengkak dan meradang, jadi kalau disentuh juga terasa sakit. Kadang ketika melihat ke kaca, saya sampai merasa muka saya sudah hancur.
Kepercayaan diri saya juga cukup terpengaruh. Kalau kita ngobrol dengan orang, kita kan saling melihat wajah. Jadi ketika kondisi wajah sedang penuh jerawat, saya merasa cukup insecure. Bahkan ada masa ketika saya malas bertemu orang dan sempat tidak ingin difoto atau berada di depan kamera.
Saya juga pernah mengalami masa frustrasi karena sempat mendapatkan treatment yang membuat kondisi jerawat membaik, tetapi tidak lama kemudian muncul lagi. Rasanya seperti sudah berharap akan membaik, ternyata kembali lagi.
Sebelum ke Carla, saya sudah mencoba mencari dokter yang cocok ke beberapa tempat. Saya bahkan sempat berpikir, 'Percuma, dokter ketiga juga mungkin tidak akan berbeda.' Tapi akhirnya saya datang ke Carla karena mendapatkan rekomendasi dari orang tua. Selain itu, lokasinya juga tidak jauh dari rumah saya.
Ternyata pemikiran saya waktu itu salah. Setelah menjalani treatment di Carla, sejauh ini hasilnya menurut saya bagus. Saya merasa akhirnya menemukan dokter yang cocok dan memutuskan untuk tetap melakukan treatment di Carla.
Perubahan yang paling saya rasakan adalah jerawat besar dan meradang yang dulu sering muncul sekarang sudah jarang banget muncul. Itu yang paling saya suka karena jerawatnya sudah tidak terlalu mengganggu seperti sebelumnya.
Sekarang saya juga merasa lebih percaya diri untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Dulu ketika sedang jerawatan, saya bahkan sempat takut olahraga karena khawatir keringat, debu, atau panas akan membuat jerawat semakin banyak. Sekarang, setelah kondisinya lebih membaik, saya jadi lebih ingin kembali intens berolahraga.
Saya juga masih ingin melanjutkan prosesnya, terutama untuk bekas jerawat atau scars yang tersisa. Tapi bagi saya, bisa sampai di tahap jerawat aktifnya sudah jauh lebih jarang muncul saja sudah menjadi perubahan yang sangat berarti.
Buat teman-teman yang sedang mengalami masalah jerawat dan merasa hopeless, menurut saya jangan langsung menyerah. Penyebab jerawat bisa macam-macam, jadi coba cari tahu dulu penyebabnya dan konsultasikan dengan dokter kulit kalau memang diperlukan. Yang penting, jangan menyerah.
Kalau saya bisa bicara dengan Darren yang dulu, saya cuma mau bilang: jangan patah semangat. Tetap berusaha, karena ujung-ujungnya everything will work out.
Thank you, dokter Tiffany. Thank you, Carla, karena sudah take care of me. Sekarang wajah saya sudah jauh lebih baik dan sudah hampir kembali seperti semula."
Darren Chandra, 20 tahun — Mahasiswa Teknologi Pangan