Viyan Kumalasari
"Selama kurang lebih empat tahun, scar di wajah menjadi salah satu hal yang sangat mengganggu saya. Scar yang cukup banyak dan terlihat di area dahi serta kedua pipi membuat saya kehilangan rasa percaya diri. Setiap bertemu orang, saya sering merasa minder dan tidak nyaman.
Sampai akhirnya masker seperti menjadi teman saya setiap kali keluar rumah. Saya hampir selalu memakai masker karena merasa lebih nyaman ketika wajah saya tertutup.
Dulu saya bahkan pernah merasa sangat frustrasi. Kalau sedang di kamar dan melihat wajah sendiri di cermin, saya sering berpikir, bagaimana caranya supaya kondisi wajah saya bisa kembali lebih baik. Sempat juga terpikir untuk melakukan operasi plastik karena merasa scar saya cukup dalam, tetapi biayanya tentu tidak sedikit.
Sebelumnya saya juga pernah mencoba beberapa cara untuk mengatasi masalah kulit. Saya pernah menggunakan masker daun sirih dari rekomendasi kerabat dan juga sempat menggunakan krim racikan yang membuat kulit terlihat lebih cerah dengan cepat. Tapi karena kondisi kulit saya cukup sensitif, menurut pengalaman saya justru semakin parah setelah menggunakan krim seperti itu.
Akhirnya saya mulai mencari informasi mengenai cara mengatasi scar dan bopeng melalui Google. Dari situ saya menemukan Carla Skin Clinic. Saya melihat review Google-nya bagus dan ratingnya bintang lima. Karena kebetulan saya bekerja di area Jakarta Utara, akhirnya saya memutuskan untuk datang ke Carla dan melakukan konsultasi terlebih dahulu.
Setelah berkonsultasi dengan dokter, saya mendapatkan rekomendasi treatment untuk membantu menangani kondisi scar saya. Setelah menjalani beberapa kali treatment, saya mulai melihat perubahan pada kulit saya.
Scar yang sebelumnya terlihat bolong-bolong dan cukup dalam, menurut saya sekarang sudah jauh lebih baik dan mulai terlihat naik. Perubahan itu membuat saya sangat senang, karena selama bertahun-tahun saya merasa kondisi wajah saya tidak akan bisa membaik.
Yang paling terasa bagi saya bukan hanya perubahan pada kulit, tetapi juga perubahan dalam diri saya. Dulu saya selalu memakai masker ketika bertemu orang. Sekarang saya sudah jauh lebih percaya diri dan berani bertemu orang tanpa masker.
Saya merasa lebih bebas. Bahkan saya sampai bercanda kalau sekarang saya jadi lebih 'centil' karena sudah berani menunjukkan diri lagi.
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena akhirnya saya mendapatkan jalan yang selama ini saya tunggu-tunggu. Setelah bertahun-tahun menghadapi scar dan merasa kehilangan harapan, sekarang saya bisa kembali merasa nyaman dengan diri saya sendiri.
Buat teman-teman yang mungkin sedang mengalami hal yang sama, jangan langsung menyerah. Putus asa mungkin pernah saya rasakan, tetapi selama masih ada solusi, kenapa tidak mencoba mencari jalan yang tepat? Tetap sabar dan optimistis, karena saya percaya setiap orang punya prosesnya masing-masing.
Buat saya, percaya diri sekarang bukan berarti harus memiliki wajah yang sempurna. Percaya diri adalah bisa hidup tanpa rasa takut untuk bertemu orang lain.
Kalau saya bisa bertemu dengan Viyan yang dulu, yang sering menangis di depan cermin dan merasa tidak tahu harus berbuat apa, saya ingin bilang: 'Sabar. Jangan menangis terus. Tetap optimis. Ingat, di akhir bakal ada solusinya.'
Karena sekarang saya tahu, perjalanan untuk menghadapi scar memang membutuhkan waktu. Tapi ternyata saya bisa sampai di titik ini. Dari yang dulu selalu menyembunyikan wajah di balik masker, sekarang saya berani menunjukkan senyum saya lagi."