Bukan Sekadar SPF Tinggi, Ini Cara Melindungi Kulit dari Terik Matahari

Skin & Health ✍️ Beben 📅 16 Oct 2026 ⏱️ 4 menit baca
Bukan Sekadar SPF Tinggi, Ini Cara Melindungi Kulit dari Terik Matahari

Bukan Sekadar SPF Tinggi, Ini Cara Melindungi Kulit dari Terik Matahari

Saat matahari terasa semakin terik, perlindungan kulit bukan hanya soal memilih sunscreen dengan SPF tinggi, tetapi juga menggunakannya dengan cara yang tepat.

Musim kemarau yang berkepanjangan membuat perlindungan kulit dari sinar ultraviolet (UV) semakin penting. Aktivitas sehari-hari yang mengharuskan kita berada di luar ruangan dapat meningkatkan paparan UV, yang berkontribusi terhadap kulit terbakar, flek hitam, hingga tanda-tanda penuaan dini.

Menggunakan sunscreen secara rutin merupakan salah satu langkah perlindungan yang penting. Namun, angka SPF pada kemasan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Kemampuan melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB, takaran pemakaian, serta kebiasaan mengaplikasikannya kembali turut menentukan efektivitas perlindungan.

Mengapa Sunscreen Penting untuk Kulit?

Sinar UVA dapat menembus lebih dalam ke jaringan kulit dan berkontribusi terhadap munculnya garis halus, kerutan, serta flek hitam. Sementara itu, sinar UVB berperan besar dalam menyebabkan kulit terbakar. Paparan UV yang berulang juga dapat memicu kerusakan kulit dalam jangka panjang.

Karena itu, pilih sunscreen dengan perlindungan broad spectrum yang mencakup UVA dan UVB. Dengan begitu, perlindungan kulit tidak hanya berfokus pada mencegah kulit terbakar, tetapi juga membantu mengurangi dampak paparan UV terhadap kesehatan kulit.

SPF 30 atau SPF 50, Mana yang Lebih Tepat?

SPF atau Sun Protection Factor menunjukkan tingkat perlindungan sunscreen terhadap sinar UVB. Dalam kondisi pengujian, SPF 30 dapat menyaring sekitar 97% sinar UVB, sedangkan SPF 50 sekitar 98%, jika digunakan sesuai takaran yang ditentukan.

Dr. Agnes, dari Carla Skin Clinic, klinik kecantikan terbaik di Jakarta Utara, menyarankan penggunaan sunscreen dengan SPF 30 hingga SPF 50, disertai perlindungan UVA yang baik. Salah satu penanda yang dapat diperhatikan adalah rating PA. Pada sistem penilaian tersebut, PA++++ menunjukkan tingkat perlindungan UVA yang tinggi.

Meski SPF 50 menawarkan perlindungan UVB yang sedikit lebih tinggi daripada SPF 30, hasilnya tetap bergantung pada cara pemakaian. Sunscreen dengan SPF tinggi tidak akan memberikan perlindungan optimal jika digunakan terlalu sedikit atau tidak diaplikasikan ulang.

Cara Memakai Sunscreen yang Benar

1. Gunakan dalam takaran yang cukup

Angka SPF pada kemasan diuji dengan takaran sekitar 2 miligram per sentimeter persegi kulit. Menurut panduan praktis dr. Agnes, sekitar dua ruas jari penuh dapat digunakan sebagai acuan untuk wajah dan leher. Kebutuhan aktual dapat berbeda bergantung pada ukuran wajah dan tekstur produk.

2. Aplikasikan sebelum beraktivitas

Gunakan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas pagi, sekitar 15–20 menit sebelum keluar rumah, sesuai anjuran dr. Agnes. Pastikan produk diaplikasikan secara merata pada wajah, leher, dan area kulit lain yang tidak tertutup pakaian.

3. Aplikasikan ulang setiap 2–3 jam

Jika kamu memiliki aktivitas yang berlangsung lama di luar ruangan, penggunaan sunscreen tidak cukup hanya sekali pada pagi hari. Menurut dr. Agnes, lapisan sunscreen dapat mengalami degradasi atau berkurang efektivitasnya akibat keringat, minyak, dan gesekan setelah sekitar 2–3 jam.

Karena itu, aplikasi ulang penting untuk menjaga perlindungan. Jika banyak berkeringat, berenang, atau mengeringkan wajah dengan handuk, sunscreen mungkin perlu diaplikasikan kembali lebih cepat. Jangan menunggu sampai kulit terasa panas atau memerah.

4. Lengkapi dengan perlindungan fisik

Meski merupakan salah satu unsur terpenting, tapi sunscreen bukan satu-satunya cara untuk mengurangi paparan matahari. Topi bertepi lebar, payung, kacamata hitam dengan perlindungan UV, serta pakaian yang menutupi kulit dapat membantu memberikan perlindungan tambahan. Saat indeks UV tinggi, pertimbangkan pula untuk mengurangi waktu di bawah matahari langsung dan memilih tempat yang lebih teduh.

Jangan Lupakan Kelembapan Kulit

Cuaca panas dan aktivitas sehari-hari juga dapat memengaruhi kenyamanan kulit. Gunakan pelembap yang sesuai untuk membantu menjaga fungsi skin barrier. Produk dengan kandungan seperti ceramide dapat menjadi pilihan untuk mendukung kelembapan, terutama bagi mereka yang sering berada di ruangan ber-AC.

Pada malam hari, bersihkan wajah secara lembut untuk mengangkat sisa sunscreen, makeup, minyak, dan kotoran tanpa membuat kulit terasa terlalu kering. Menjaga asupan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang turut mendukung kesehatan tubuh, meskipun keduanya tidak menggantikan perlindungan langsung dari sunscreen.

Pilihan sunscreen juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Brand Skeyndor, misalnya, memiliki Matt Protective Cream SPF 50+ yang dirancang untuk kulit kombinasi hingga berminyak, serta Thermal Protective Cream SPF 50+ untuk kulit sensitif. Keduanya dapat dipertimbangkan sesuai kondisi kulit masing-masing.

Pada akhirnya, perlindungan kulit selama musim kemarau tidak hanya ditentukan oleh tingginya angka SPF. Memilih sunscreen yang sesuai, menggunakannya dalam takaran cukup, mengaplikasikannya kembali secara teratur, dan melengkapi perlindungan dengan kebiasaan yang tepat merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit.

 

 

(Bekti/SEO/17102026)

 

 

Tags: #sunscreen #SPF 30 #SPF 50 #broad spectrum #UVA #UVB #aplikasi ulang sunscreen #takaran sunscreen #sunscreen tahan air #kulit berminyak #kulit sensitif #Carla Skin Clinic

Bagikan artikel ini:

⚡ Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?

Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!

Booking Sekarang →