Ketika Pasien Mengikuti Tren Kecantikan, Simak Nasihat Dokter Carla Skin Clinic!
Jangan berdalih mengejar tren sampai lupa pada jati diri wajah sendiri. Penting untuk selalu melakukan edukasi sebelum treatment. Ingat, tujuan kecantikan bukan membuat 100 orang punya wajah yang sama. Tetapi membuat 1 orang menjadi versi paling percaya diri dari dirinya sendiri.
Jakarta, Indonesia – Beberapa tahun terakhir, standar kecantikan di media sosial seakan punya cetakan yang sama yaitu, dagu lancip V-shape, pipi tirus, dan bibir tebal merekah yang seksi. Filter, foto selebriti, sampai konten "beauty transformation" membuat tren ini semakin kuat.
Bahkan Korea Selatan dikenal sebagai pencetus tren wajah V-shape. Bukan rahasia lagi jika banyak wanita di sana melakukan filler atau prosedur estetika untuk mendapatkan wajah berbentuk 'V' yang tirus dengan dagu lancip. Tren ini kemudian mendunia dan digandrungi banyak wanita Asia, termasuk Indonesia.
Beberapa waktu lalu, dunia kecantikan di Tanah Air juga mengonsepkan bahwa wajah feminin identik dengan V-shape dan dagu yang meruncing ke bawah. Namun belakangan, tren ini menjadi berlebihan dan salah kaprah. Ada sebagian orang yang secara ekstrem hanya fokus "memvermak" bagian rahang atau dagu, sehingga hasilnya justru terlihat tidak natural dan seperti karakter kartun. Bisa disebut ini sebagai sebuah kesalahan tren kecantikan 2026.
Lalu, bagaimana seharusnya menyikapi fenomena tren kecantikan ini, atau ketika pasien mengikuti tren kecantikan? Menurut tim dokter Carla Skin Clinic, sah-sah saja ingin mengikuti tren dan soal keputusan untuk mengubah penampilan memang dikembalikan kepada pasien.
“Yang utama, kami selalu melihat kondisi pasien terlebih dahulu dan menjelaskan apa yang paling sesuai. Misalnya, pasien menginginkan bentuk tertentu. Kami akan memberikan penjelasan bahwa struktur wajahnya sebenarnya lebih cocok dengan bentuk lain. Tapi di sisi lain, pasien kadang tetap punya keinginannya sendiri. Karena itu, tugas kami adalah memastikan pasien sudah mendapatkan penjelasan yang komprehensif,” kata tim dokter Carla Skin Clinic.
Tim dokter juga menegaskan prinsip utama mereka: tetap memberikan rekomendasi terbaik. “Apabila pasien tetap gigih atau ngotot dengan pilihan sesuai keinginannya. Semua keputusan kami kembalikan kepada pasien. Yang penting, kami sudah menjelaskan baik dan buruknya terlebih dahulu,” ujar tim dokter.
Pro dan Kontra Mengikuti Tren
Keinginan untuk memiliki dagu runcing, wajah tirus, atau bibir tebal seksi adalah hal yang wajar. Namun sebelum tindakan, dokter akan terlebih dulu memberikan edukasi dan pertimbangan medis.
“Jika pasien tetap ngot ingin wajahnya sama persis dengan figur publik tertentu, kami sampaikan bahwa hasilnya tidak akan bisa 100% sama. Setiap orang memiliki struktur dan bentuk wajah yang berbeda,” papar tim dokter Carla Skin Clinic.
Selain itu, dokter juga akan menyarankan alternatif treatment yang memungkinkan. Misalnya, untuk membuat hidung lebih mancung bisa dilakukan filler. Namun tetap harus disesuaikan dengan proporsi wajah. Jika dipaksakan pada area yang tidak sesuai, hasilnya justru bisa terlihat tidak natural dan tidak seimbang.
Hal yang sama juga berlaku bagi pasien yang ingin mengubah bibir. “Bentuk dasar bibir setiap orang berbeda. Jadi tidak bisa dijamin hasilnya akan sama persis seperti orang lain,” jelas tim dokter.
Ada 3 Hal Penting Sebelum Ikut Tren Kecantikan atau disebut sebagai Panduan Aman Ikut Tren
1. Pahami Dulu Anatomi Wajahmu
Tidak semua wajah cocok dengan dagu lancip dan pipi tirus. Ada orang yang struktur tulangnya sudah proporsional dengan pipi berisi. Kalau dipaksa ditiruskan, wajahnya justru bisa terlihat lebih tua atau tidak seimbang. Tren itu cetakan, sedangkan wajah setiap orang unik. Tugas dokter adalah mencari titik temu antara "yang kamu mau" dan "yang paling cocok untuk struktur wajahmu".
2. Bedah Tuntas Cara Mencapainya
Tren dagu lancip plus pipi tirus dan bibir tebal ini biasanya dicapai dari kombinasi treatment, jadi bukan 1 sulap saja.Untuk dagu lancip dan pipi tirus, bisa dibantu dengan treatment untuk merangsang produksi kolagen, mengencangkan kulit, dan membentuk kontur. Tujuannya agar garis rahang lebih tegas.
Untuk bibir tebal merekah, biasanya dengan filler asam hialuronat untuk menambah volume secara proporsional dan natural. Yang penting bukan meniru 100% foto referensi, tetapi menciptakan versi terbaik dari wajahmu sendiri.
3. Keamanan dan Proporsi Adalah Nomor Satu
Ingin memiliki bibir tebal memang seksi, ingin berdagu lancip memang tegas. Tapi kalau berlebihan dan tidak proporsional, hasilnya justru tidak natural. Standar cantik bisa berubah, namun kesehatan dan keamanan tidak pernah berubah. Pastikan produk yang dipakai aman, tekniknya benar, dan hasilnya masih terlihat seperti kamu atau diri sendiri, jadi bukan ingin seperti orang lain.
Hal terpenting adalah jangan lupa atau mengabaikan faktor gaya hidup. Karena, hasil kontur dan bibir akan bertahan lebih lama jika diimbangi perawatan di rumah dan lakukan kontrol rutin ke dokter. Prinsipnya, ikut tren boleh, namun jangan membabi buta terhadap tren, apalagi mengikuti tren berbahaya TikTok dan FOMO skincare.
Jangan berdalih mengejar tren sampai lupa pada jati diri wajah sendiri. Penting untuk selalu melakukan edukasi sebelum treatment. Ingat, tujuan kecantikan bukan membuat 100 orang punya wajah yang sama. Tetapi membuat 1 orang menjadi versi paling percaya diri dari dirinya sendiri.
Pada akhirnya, berdagu lancip, pipi tirus, dan bibir tebal merekah hanyalah salah satu bentuk ekspresi kecantikan. Yang tidak pernah ketinggalan zaman adalah wajah yang sehat, proporsional, dan dipancarkan dengan rasa percaya diri. Haruslah sebijak mungkin melakukan filter informasi kecantikan. Karena secantik apa pun trennya, yang paling menarik adalah ketika seseorang nyaman dengan dirinya sendiri.
(Hanip/SEO/120926)
💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?
Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!
Booking Sekarang →