Lima Kebiasaan Kecil yang Bisa Merusak Kolagen
Bukan hanya usia, sejumlah kebiasaan kecil ternyata dapat berkontribusi terhadap kerusakan kolagen, protein penting yang menjaga kekencangan dan elastisitas kulit.
Kolagen memiliki peran penting dalam menjaga struktur, kekuatan, dan elastisitas kulit. Namun, seiring bertambahnya usia, produksi protein ini secara alami akan menurun. Proses tersebut merupakan bagian dari penuaan yang tidak dapat dihindari. Meski demikian, ada faktor lain yang turut memengaruhi kondisi kolagen, termasuk kebiasaan sehari-hari yang sering kali luput dari perhatian.
Berdasarkan penjelasan tim dokter Carla Skin Clinic, salah satu klinik kecantikan terbaik di Jakarta, ada lima kebiasaan yang perlu diwaspadai karena dapat berkontribusi terhadap kerusakan kolagen dan mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan kulit. Menariknya, beberapa di antaranya justru merupakan bagian dari rutinitas yang kerap dianggap biasa.
1. Tidur Terlalu Larut dan Terlalu Lama Menatap Ponsel
Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Saat tubuh beristirahat, berlangsung pula proses pemulihan dan perbaikan sel, termasuk pada jaringan kulit. Kebiasaan tidur terlalu larut, terutama setelah pukul 11 malam, dapat mengganggu waktu pemulihan tersebut.
Tim dokter Carla Skin Clinic juga menyoroti kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur. Paparan cahaya biru atau high-energy visible light (HEV) berpotensi memicu stres oksidatif dan pembentukan radikal bebas pada kulit. Sementara itu, kurang tidur dapat berkaitan dengan peningkatan hormon kortisol. Jika berlangsung berlebihan dan kronis, kortisol dapat memengaruhi protein struktural kulit, termasuk kolagen.
2. Terlalu Banyak Konsumsi Gula dan Makanan Berminyak
Pola makan juga memiliki kaitan dengan kesehatan kolagen. Salah satu proses yang perlu dikenal adalah glycation, yaitu reaksi ketika gula berikatan dengan protein, termasuk kolagen. Proses ini dapat menghasilkan senyawa yang disebut advanced glycation end products (AGEs), yang membuat serat kolagen menjadi lebih kaku dan kehilangan sebagian fleksibilitasnya.
Selain makanan manis, konsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan juga perlu diperhatikan. Tim dokter Carla menjelaskan, makanan jenis ini dapat berkontribusi terhadap stres oksidatif dan peradangan. Keduanya berpotensi memengaruhi kesehatan jaringan kulit jika terjadi dalam jangka panjang.
Kebiasaan kurang minum air pun tidak boleh diabaikan. Asupan cairan yang tidak mencukupi dapat membuat kulit terasa lebih kering dan kurang nyaman. Karena itu, menjaga pola makan seimbang dan memenuhi kebutuhan cairan merupakan bagian dari upaya merawat kulit dari dalam.
3. Jarang Bergerak dan Membiarkan Stres Menumpuk
Gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik tidak hanya berdampak pada kebugaran tubuh. Kurangnya gerak dapat memengaruhi sirkulasi darah, padahal sirkulasi berperan dalam membawa oksigen dan nutrisi ke berbagai jaringan, termasuk kulit.
Tim dokter Carla Skin Clinic menekankan pentingnya aktivitas fisik, termasuk latihan kekuatan atau strength training, untuk mendukung sirkulasi, metabolisme, dan regenerasi jaringan.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah stres yang tidak dikelola dengan baik. Stres berkepanjangan dapat membuat tubuh memproduksi kortisol secara berlebihan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memengaruhi struktur kolagen dan elastin, dua komponen penting yang membantu menjaga kekencangan serta elastisitas kulit.
4. Keluar Rumah Tanpa Menggunakan Sunscreen
Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan salah satu faktor eksternal yang berperan besar dalam penuaan kulit. Sinar UVA, khususnya, dapat menembus hingga lapisan dermis, tempat serat kolagen berada. Paparan yang terjadi berulang dapat merusak serat tersebut dan mempercepat proses photoaging.
Dampaknya dapat terlihat melalui munculnya garis halus, kerutan, perubahan tekstur, serta berkurangnya elastisitas kulit. Karena itu, sebaiknya jadikan penggunaan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas harian, bukan hanya ketika beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama atau saat cuaca terasa terik.
Pilih sunscreen dengan perlindungan yang sesuai dan gunakan secara rutin. Untuk aktivitas di luar ruangan, aplikasikan kembali sesuai petunjuk penggunaan produk.
5. Menggunakan Pembersih Wajah yang Terlalu Keras
Membersihkan wajah merupakan langkah dasar dalam perawatan kulit. Namun, penggunaan pembersih yang terlalu keras atau mencuci wajah secara berlebihan justru dapat mengganggu skin barrier, yaitu lapisan pelindung yang membantu mempertahankan kelembapan dan melindungi kulit dari paparan eksternal.
Ketika fungsi skin barrier terganggu, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan, terasa kering, dan rentan mengalami iritasi. Kondisi ini tentu tidak ideal bagi kesehatan kulit secara keseluruhan.

Karena itu, tim dokter Carla Skin Clinic mengingatkan pentingnya memilih pembersih wajah yang sesuai dengan jenis dan kondisi kulit. Membersihkan wajah tidak harus membuat kulit terasa kesat atau tertarik. Produk yang tepat seharusnya membantu mengangkat kotoran tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit secara berlebihan. Salah satu yang direkomendasikan adalah Skeyndor Urban White New Skin Foaming Cleanser, sabun pembersih sehari-hari dengan tekstur busa yang cocok digunakan untuk semua jenis kulit, terutama yang mempunyai masalah kulit kusam dan flek pada wajah.
Menjaga Kolagen Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Penurunan kolagen merupakan bagian alami dari proses penuaan. Namun, kebiasaan sehari-hari dapat turut memengaruhi kondisi kulit seiring waktu. Memperbaiki pola tidur, menjaga asupan makanan, rutin bergerak, mengelola stres, menggunakan sunscreen, serta memilih pembersih wajah yang sesuai merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten.
Merawat kulit bukan hanya tentang apa yang diaplikasikan dari luar, perhatian terhadap kebiasaan-kebiasaan kecil ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar penurunan kolagen, silakan berkonsultasi langsung dengan tim dokter Carla Skin Clinic, klinik kecantikan di cabang terdekat, bisa di Taman Harapan Indah, Mall Taman Anggrek, Pluit Village, maupun Gading Serpong.
(Bekti/SEO/01112026)
⚡ Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?
Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!
Booking Sekarang →