Benarkah Sering Memencet Jerawat Menyebabkan Bopeng?
Keinginan untuk segera mengeluarkan jerawat yang meradang memang sulit ditahan. Namun, memencetnya justru dapat menambah trauma pada kulit dan meningkatkan risiko terbentuknya acne scar.
Ada satu kebiasaan yang hampir selalu terasa menggoda ketika jerawat muncul: memencetnya. Terlebih ketika jerawat sudah membesar, merah, dan terasa nyeri. Rasanya seperti ada sesuatu yang harus segera “dikeluarkan” agar kulit kembali tenang.
Namun, apakah benar kebiasaan memencet jerawat selalu berakhir dengan bopeng?
Jawabannya tidak sesederhana itu.
Memencet jerawat memang dapat meningkatkan risiko terbentuknya acne scar, tetapi bukan berarti setiap jerawat yang dipencet pasti akan menjadi bopeng. Sebaliknya, jerawat yang tumbuh dalam dan mengalami peradangan berat juga dapat meninggalkan scar meskipun tidak pernah dipencet.
Karena itu, memahami apa yang terjadi pada kulit ketika jerawat meradang menjadi langkah pertama untuk mengetahui bagaimana sebaiknya memperlakukannya.
Apa yang Terjadi Saat Jerawat Dipencet?
Ketika jerawat dipencet dengan paksa, yang terjadi sebenarnya bukan sekadar mengeluarkan isi jerawat. Tekanan tersebut juga mengenai jaringan di sekitar folikel yang sedang mengalami peradangan.
Pada kondisi tertentu, dinding folikel sudah mengalami kerusakan akibat proses inflamasi. Ketika ditekan terlalu kuat, sebagian isi folikel justru dapat terdorong lebih dalam ke jaringan sekitarnya. Hal ini dapat membuat respons peradangan semakin meningkat. Tekanan berlebihan juga dapat menyebabkan trauma mekanis pada jaringan, bahkan menimbulkan perdarahan kecil atau kerusakan pembuluh darah mikro.
Jika kulit sampai terbuka, risiko kontaminasi bakteri juga dapat meningkat. Padahal, jerawat yang sedang meradang sebenarnya sedang melalui proses penyembuhan. Ketika area tersebut terus ditekan, dikorek, atau dimanipulasi, kulit yang sudah mengalami inflamasi kembali mendapatkan luka tambahan.
Dalam kondisi tertentu, trauma dan inflamasi yang berulang dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih jauh. Bila kulit tidak mampu mengembalikan struktur jaringan seperti semula, kerusakan tersebut dapat berakhir sebagai atrophic acne scar, atau yang lebih dikenal sebagai bopeng.
Tetapi, Tidak Semua Bopeng Berawal dari Jerawat yang Dipencet
Ini bagian yang juga penting dipahami.
Memencet bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah sebuah jerawat akan meninggalkan bopeng. Kedalaman inflamasi, jenis jerawat, faktor genetik, serta kemampuan kulit melakukan penyembuhan juga berpengaruh.
Jerawat yang besar dan meradang, misalnya, dapat menimbulkan kerusakan jaringan meskipun tidak disentuh. Semakin dalam dan semakin berat peradangannya, semakin besar kemungkinan jaringan di sekitarnya ikut terdampak. Pada kondisi tertentu, inflamasi yang cukup berat dan berlangsung lama dapat merusak kolagen serta jaringan penyangga kulit sehingga terbentuk cekungan.
Jadi, jerawat tidak dipencet bukan berarti otomatis bebas dari risiko bopeng. Namun, menghindari tindakan yang dapat menambah trauma pada kulit tetap menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risikonya.
Jerawat Sakit Berarti Akan Menjadi Bopeng?
Belum tentu.
Rasa nyeri, kemerahan, dan bengkak dapat menjadi tanda bahwa jerawat sedang mengalami peradangan yang cukup aktif. Tetapi, dr. Nadella dari Carla Skin Clinic Taman Harapan Indah menyebut, bahwa rasa nyeri atau bengkak saja tidak dapat dijadikan patokan bahwa jerawat pasti akan meninggalkan bopeng.
Justru, kondisi tersebut sebaiknya menjadi pengingat untuk memperlakukan kulit dengan lebih hati-hati. Jerawat yang sedang meradang bukan saatnya untuk ditekan lebih keras dengan harapan bisa cepat kempis.
Cara Mencegah Bopeng Saat Jerawat Sedang Meradang
Ketika jerawat sudah besar, merah, dan nyeri, langkah pertama yang paling sederhana adalah jangan memencetnya.
Di rumah, kulit dapat dirawat dengan pendekatan yang lebih sederhana. Bersihkan wajah menggunakan gentle cleanser, gunakan pelembap yang tidak mengiritasi, dan aplikasikan obat jerawat yang sesuai dengan kondisi kulit. Beberapa bahan seperti benzoyl peroxide, retinoid, azelaic acid, atau salicylic acid dapat digunakan sesuai indikasi dan kondisi kulit masing-masing.
Sunscreen juga tetap penting, terutama bagi kulit yang mudah mengalami bekas kemerahan atau perubahan warna setelah jerawat.
Yang perlu dihindari adalah, berbagai upaya untuk “mempercepat” proses tersebut: menusuk jerawat dengan jarum, menggunakan pinset, menggosok dengan scrub, menumpuk terlalu banyak bahan aktif, mengoleskan bahan rumahan yang tidak jelas, melakukan peeling sendiri, atau melakukan ekstraksi secara agresif.
Kulit yang sedang meradang tidak membutuhkan lebih banyak tekanan. Ia membutuhkan kesempatan untuk pulih.
Kapan Jerawat Perlu Ditangani Dokter?
Tidak semua jerawat membutuhkan tindakan medis. Namun, ada kondisi ketika menunggu terlalu lama atau terus mencoba mengatasinya sendiri justru bukan pilihan yang tepat. Untuk lebih pasti, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan dokter di Carla Skin Clinic, sebagai salah satu klinik jerawat terbaik di Jakarta.
Karena jerawat yang besar dan dalam, sangat nyeri, terasa seperti benjolan keras di bawah kulit, sering muncul di lokasi yang sama, jumlahnya banyak, mulai meninggalkan cekungan, mengalami peradangan luas, atau tidak membaik meski skincare sudah digunakan dengan benar sebaiknya diperiksakan ke dokter. Begitu pun ketika jerawat sudah mulai terasa mengganggu kualitas hidup.
Sementara itu, untuk nodul atau cyst yang besar dan nyeri, dokter dapat mempertimbangkan tindakan medis tertentu, termasuk injeksi antiinflamasi sesuai kondisi pasien.
Jadi, mencegah bopeng bukan hanya tentang menahan tangan agar tidak memencet jerawat. Yang tidak kalah penting adalah mengendalikan peradangan sedini mungkin dan memperlakukan kulit dengan cara yang tidak menambah trauma.
Karena tidak semua jerawat akan menjadi bopeng, tetapi ketika jerawat sedang aktif meradang, tidak ada alasan untuk membuat kulit menghadapi luka tambahan dari tangan kita sendiri.
(Bekti/SEO/03102026)
💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?
Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!
Booking Sekarang →