Jangan Dipencet! 5 Kesalahan Rawat Jerawat Bikin Bopeng Makin Dalam

Beauty ✍️ Beben 📅 01 Nov 2026 ⏱️ 4 menit baca
Jangan Dipencet! 5 Kesalahan Rawat Jerawat Bikin Bopeng Makin Dalam

Jangan Dipencet! 5 Kesalahan Rawat Jerawat Bikin Bopeng Makin Dalam

dr. Tiffany dari Carla Skin Clinic bongkar 5 kesalahan perawatan kulit berjerawat yang bikin tekstur makin bopeng dan susah hilang.

Kulit mulus tanpa jerawat? Tentu setiap orang menginginkan, tapi bagaimana bila ada jerawat yang membuat wajah mulus semakin jauh dari impiannya. Jerawat umumnya bisa mereda dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan. Namun, waktu penyembuhan bisa berbeda-beda tergantung apa jenis jerawatnya.

Nah, apabila jerawat matang telah memiliki titik putih pada bagian, seringkali membuat “gemas” ingin memencet jerawat ini dengan tujuan agar cepat sembuh. Padahal memencet jerawat bisa menimbulkan permasalahan kulit yang baru. Bukannya sembuh, memencet jerawat bahkan bisa menimbulkan infeksi.

Hal ini yang membuat kita seringkali gemas bila ada jerawat timbul lalu memencetnya. Ternyata, kebiasaan sepele ini kata dr. Tiffany Dwi Yanti dari Carla Skin Clinic Taman Harapan Indah, malah bisa bikin peradangan pecah ke dalam dan merusak kolagen hingga jadi bopeng permanen.

Banyak pejuang jerawat mengira bopeng hanya muncul karena memencet jerawat. Padahal menurut dr. Tiffany, faktanya tidak sesederhana itu. Bopeng terjadi ketika peradangan jerawat sudah cukup dalam hingga merusak jaringan dan kolagen di lapisan dermis.

"Bopeng terjadi ketika peradangan jerawat sudah cukup dalam hingga merusak jaringan dan kolagen. Memencet bisa meningkatkan risiko, tapi bukan berarti setiap jerawat yang dipencet pasti jadi bopeng," jelasnya.

Apa Saja Yang Membuat Jerawat Parah

Menurut dokter Tiffany, memencet jerawat kan membuat tekanan yang dapat merusak  kolagen yang ada di dalam kulit.  "Ketika kita memberikan tekanan yang kuat, isi dari folikel bisa terdorong lebih dalam. Akibatnya respons peradangan semakin meningkat dan bisa merusak kolagen," ungkap dr. Tiffany.

Selain itu , terutama ketika jerawat sedang merah dan meradang, dapat menimbulkan masalah lain pada kulit. "Selama jerawat masih aktif dan mengalami peradangan, proses yang berpotensi merusak jaringan juga masih berlangsung," jelasnya.

Ada beberapa sebab yang bisa menyebabkan jerawat menjadi parah :

1.   Memencet jerawat sampai pecah ke dalam merupakan kesalahan nomor satu. Saat jerawat besar, merah, dan nyeri dipencet paksa, isinya tidak hanya keluar ke atas. Dinding folikel bisa pecah ke dalam, isinya menyebar ke jaringan sekitar dan membuat peradangan makin luas.

2.   Terlalu rajin eksfoliasi, kulit makin rusak. Terkadang kita berpikir melakukan scrub dan perawatan lainnya akan membuat jerawat cepat hilang. Sepert ; sering scrub, AHA, BHA, peeling, jerawat makin cepat kering. Faktanya, pasien sering menggunakan banyak exfoliating products secara bersamaan dan terlalu sering. Kalau berlebihan, kulit jadi iritasi, kering, kemerahan, dan skin barrier terganggu.

3.   Gonta-ganti produk sering dilakukan hanya karena tergoda hasil instan. Hari ini pakai serum viral A, besok ganti krim B karena tidak ada hasil dalam 2 hari. Ini bikin kulit tidak sempat beradaptasi dan terus-menerus mengalami iritasi. Beri waktu pada kulit untuk melihat respons, bukan terus mencoba produk secara acak.

4.   Menunda konsultasi saat jerawat sudah meradang parah. Banyak yang masih tahan dengan jerawat nodul dan kista yang besar, dalam, nyeri, dan berulang di lokasi yang sama. Padahal, semakin lama peradangan berlangsung, semakin besar kerusakan pada struktur dermis.

5.   Perawatan yang salah di 24-72 jam pertama. Saat jerawat sedang besar, merah, dan nyeri, ini daftar yang mutlak dihindari: menusuk dengan jarum sendiri, menggunakan pinset untuk mengeluarkan isi, menggosok dengan scrub, memakai alkohol, lemon, pasta gigi, atau menumpuk banyak acid sekaligus.

6.   Jangan lupa ganti sarung bantal rutin, bersihkan handphone yang sering menyentuh wajah, dan jangan tidur dengan makeup.

Lalu apa yang boleh dilakukan? Cukup 4 langkah sederhana. Pagi: gentle cleanser - obat jerawat sesuai resep - moisturizer - sunscreen. Malam: gentle cleanser - obat jerawat - moisturizer. Tidak perlu 10 langkah.

Prinsip terpenting: jangan hanya fokus pada jerawat yang sudah muncul. "Satu jerawat yang sembuh tidak terlalu berarti kalau setiap minggu muncul lima jerawat baru. Kita juga harus mencegah lesi baru agar tidak terus terbentuk bopeng baru," tutup dr. Tiffany.

 

SEO/Galuh/01112026

 

Booking Konsultasi Gratis

Tags: #jerawat #bopeng #eksfoliasi #skin barrier #retinoid #benzoyl peroxide #Carla Skin Clinic

Bagikan artikel ini:

⚡ Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?

Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!

Booking Sekarang →