Kulit Glowing Tanpa Ikut Tren? Ini Rahasia Treatment Salmon DNA di Carla Skin Clinic

Beauty ✍️ Beben 📅 17 Sep 2026 ⏱️ 3 menit baca
Kulit Glowing Tanpa Ikut Tren? Ini Rahasia Treatment Salmon DNA di Carla Skin Clinic

Kulit Glowing Tanpa Ikut Tren? Ini Rahasia Treatment Salmon DNA di Carla Skin Clinic

Layaknya pengalaman pertama melakukan perawatan wajah di klinik kecantikan, rasa deg-degan dan penasaran itu jadi satu. Jujur, ini pertama kalinya mencoba treatment Salmon DNA yang katanya masih jadi primadona untuk kulit glowing dan kencang.

Di kepala sempat terlintas, apakah untuk cantik harus ikut tren bentuk wajah seperti figur publik? Ternyata jawabannya tidak. Kunci kulit sehat justru ada pada perawatan yang sesuai kebutuhan, bukan sekadar keinginan.

Hal ini yang saya pelajari langsung saat bertemu dr. Fairly Hosana dari Carla Skin Clinic, Mal Taman Anggrek usai tindakan."Beda usia, beda masalahnya. Beda perawatan juga. Jadi memang harus melihat orangnya, kebutuhannya apa," ujar dr. Fairly kepada saya.

 

Mengenal RDNA-S, Salmon DNA yang Dipakai di Carla Skin Clinic

Pengalaman pertama ini menjadi lebih tenang setelah dijelaskan produknya. Tidak semua Salmon DNA sama. Di Carla Skin Clinic Taman Anggrek, yang dipakai adalah produk unggulan bernama RDNA-S. dr. Fairly menjelaskan, RDNA-S adalah generasi terbaru dari PDRN (Polydeoxyribonucleotide).

Jika PDRN biasa hanya bekerja di permukaan, RDNA-S diformulasikan dengan kombinasi Sodium Hyaluronate dan peptida yang sudah teregistrasi, sehingga mampu bekerja sebagai biostimulator untuk merangsang perbaikan sel dan produksi kolagen dari dalam.

"Yang kita pakai ini basic-nya PDRN, tapi yang RDNA-S ini kita sudah tahu jelas isinya. Ada peptida-nya, ada sodium hyaluronic-nya. Jadi dia bukan produk kimiawi yang membebani ginjal, karena masuknya superficial di jaringan kulit saja," jelas dr. Fairly.

Dari pengalaman ini jadi mengetahui, bahwa produk ini terasa optimal untuk membuat kulit lebih moist dan lembap. Berbeda dengan Polinukleotida (PN) yang harus dimasukkan lebih deep, RDNA-S efektif bekerja di lapisan yang lebih dangkal namun tetap memberikan efek lifting.

Sebelum tindakan, saya wajib konsultasi dan screening dengan Skin Analyzer. Dari alat tersebut terlihat data detail kulit saya, apakah kekurangan air atau terlalu oily. Setiap tindakan juga dilengkapi foto before-after dan informed consent.

 

 

Amankah? Ini Fakta Soal Kulit Gosong dan Aftercare Versi Saya

Jujur, sempat takut kulit jadi gosong setelah Salmon DNA. Tapi dr. Fairly meluruskan, kondisi tersebut bukan karena RDNA-S, melainkan karena pengerjaan yang terlalu over atau aftercare yang keliru.

"Itu namanya hiperpigmentasi post-inflamasi. Bisa karena microneedling-nya terlalu over, atau kulit pasien yang sedang kering habis liburan," ujarnya.

Agar aman, jarak treatment dengan metode EPN (microneedling) minimal 3 minggu hingga 1 bulan. Untuk hasil maksimal, saya diwanti-wanti: jangan cuci muka dengan sabun pencerah yang mengandung lactic acid dan scrub selama seminggu, hindari menggosok wajah dengan kapas atau sponge, dan idealnya jangan cuci muka dulu selama 12 jam agar penyerapan RDNA-S maksimal.

"Fokusnya ke hidrasi. Pakai kandungan hyaluronic acid, ceramide, centella asiatica," tutup dr. Fairly.

Dari pengalaman pribadi ini, treatment Salmon DNA RDNA-S di Carla Skin Clinic ini bukan soal mengubah wajah jadi orang lain, tapi mengembalikan versi terbaik dari kulit kita sendiri.

 

Booking Konsultasi Gratis

Tags: #RDNA-S #Salmon DNA #PDRN #skin booster #Skin Analyzer #microneedling #EPN #aftercare #hiperpigmentasi #Sodium Hyaluronate #peptide #skin barrier #Carla Skin Clinic #pengalaman treatment

Bagikan artikel ini:

💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?

Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!

Booking Sekarang →