Pemburu Kolagen di Kalangan Gen-Z dan Millenials: dari Raline Syah, Amanda Manopo hingga Syifa Hadju!
Fenomena pemburu kolagen di kalangan Gen Z dan Milenial pun menandakan perubahan positif, di mana perawatan kulit tidak lagi dipandang sebagai vanity, melainkan sebagai bentuk self-love dan investasi cerdas untuk masa depan.
Dulu, kolagen identik dengan perawatan wanita usia 40 tahun ke atas. Tetapi kini, ceritanya berbalik, di mata generasi Milenial dan Gen Z, kolagen bukan lagi soal anti-aging yang akan diurus nanti atau belakangan saja. Namun, sekarang kolagen menjadi investasi kecantikan yang harus dimulai sedini mungkin atau tren kolagen Gen Z atau kolagen untuk milenial.
Dan saat ini, mulai bermunculan istilah "pemburu kolagen" yang ramai berseliweran di media sosial seperti TikTok dan Instagram, yang menggambarkan generasi yang sangat sadar akan pentingnya kulit kencang, kenyal, dan bercahaya atau kolagen untuk kulit awet muda dan tren kecantikan kolagen.
Tentu saja, pergeseran ini tidak lepas dari pengaruh para selebriti Indonesia yang menjadi role model. Mereka tidak hanya tampil cantik di depan kamera, tetapi juga terbuka membagikan rutinitas perawatan mereka. Nama-nama seperti Raline Shah, Amanda Manopo hingga Syifa Hadju sering disebut-sebut sebagai representasi perempuan modern yang cerdas merawat aset kulitnya sejak muda.
Pertanyaan menarik, mengapa kolagen begitu diburu oleh Gen Z dan Milenial? Apa sebenarnya rahasia di balik kulit bening para selebriti tersebut, dan apakah kita semua perlu ikut menjadi pemburu kolagen?
Apa itu kolagen dan kenapa jadi rebutan Gen Z dan Milenial?
Secara sederhana, kolagen adalah protein utama penyusun struktur kulit. Ia adalah "lem" yang menjaga kulit tetap kencang, kenyal, dan elastis. Sayangnya, produksi kolagen alami dalam tubuh akan mulai menurun sebanyak 1% setiap tahun sejak kita menginjak usia 20 tahun atau kolagen untuk usia 20-an. Ditambah dengan gaya hidup modern seperti begadang, stres, polusi, dan paparan sinar UV serta blue light dari gadget, proses penuaan dini pun semakin cepat.
Hal inilah yang membuat Gen Z dan Milenial waspada. Bagi mereka, merawat kulit bukan lagi memperbaiki kerusakan, melainkan mencegahnya. Filosofi mereka adalah preventive aging. Mereka lebih memilih berinvestasi pada suplemen kolagen, serum kolagen, dan makanan tinggi kolagen sekarang, daripada harus membayar mahal untuk perawatan invasif nanti. Cantik natural yang glowing from within adalah tujuan utamanya, bukan cantik karena filter.
Sejuta cerita selebriti Indonesia sebagai ikon Pemburu Kolagen, siapa saja mereka?
1. Raline Shah: Elegansi Kolagen dari Dalam dan Luar
Raline Shah dikenal dengan kecantikannya yang berkelas dan awet muda. Di usianya yang memasuki kepala empat, kulitnya tetap kencang dan bercahaya tanpa kesan berlebihan. Ia adalah tipe pemburu kolagen yang holistik, yang tidak hanya mengandalkan skincare dari luar, tetapi juga menjaga dari dalam.
Baginya, kolagen adalah hasil dari tubuh yang sehat secara menyeluruh, bukan sekadar olesan. Artis kelahiran Jakarta, 4 Maret 1985 ini rutin menjaga asupan makanan sehat, berolahraga, dan menjalani gaya hidup seimbang. Ia meyakini manfaat kolagen jauh lebih luas dari sekadar urusan kecantikan atau Raline Shah kolagen.
“Bagi saya, menjaga kesehatan bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagaimana kita merawat tubuh secara menyeluruh agar tetap sehat, aktif, dan mampu menjalani aktivitas dengan optimal setiap hari,” ujar alumni Jurusan Ilmu Politik dan Komunikasi National University of Singapore ini saat ditemui media beberapa waktu lalu.
Raline juga menegaskan bahwa kesehatan kulit penting karena kulit merupakan organ terbesar tubuh sekaligus pelindung alami dari berbagai faktor eksternal. “Kolagen itu adalah pemenuhan nutrisi, bukan sekadar mengikuti tren kecantikan semata. Ini adalah bagian penting dari komitmen jangka panjang untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh dari dalam tubuh,” ujarnya.
2. Amanda Manopo dan Kulit Glowing Meski Jadwal Super Padat
Amanda Manopo memiliki jadwal syuting yang super padat, namun dituntut untuk tetap tampil glowing di depan kamera. Di tengah aktivitas stripping yang menguras tenaga, kulit kusam dan dehidrasi adalah musuh utamanya. Ia pun blak-blakan mengungkap bahwa kunci rahasianya bukanlah makeup tebal, melainkan hidrasi dan kolagen.
Pemeran Andin dalam sinetron Ikatan Cinta ini menjadi contoh nyata bahwa pemburu kolagen sejati adalah mereka yang paham fondasi kulit. Ia mengerti betul bahwa kulit yang dehidrasi akan terlihat kusam, kehilangan elastisitas, dan lebih cepat memunculkan garis halus. Tanpa kadar air yang cukup, serat kolagen di dalam kulit tidak akan bisa bekerja optimal untuk menjaga kekencangan.
Oleh karena itu, strategi Amanda sangat fokus dan disiplin. Ia tidak hanya mengandalkan skincare dari luar, tetapi juga menjaga dari dalam dengan hidrasi intens, memastikan tidur cukup di sela-sela syuting, dan rutin mengonsumsi booster kolagen. Cara ini ia lakukan untuk menjaga skin barrier tetap kuat meski harus terpapar makeup berat dan lampu syuting setiap hari, atau Amanda Manopo kolagen.
Kisah Amanda menjadi pelajaran penting bagi Gen Z dan Milenial. Glowing yang sesungguhnya bukan hasil dari filter atau highlighter, melainkan dari kulit yang terhidrasi dengan baik. Ia membuktikan bahwa sesibuk apa pun jadwal, investasi pada hidrasi adalah investasi terbaik untuk menjaga kolagen tetap prima dan kulit tetap awet muda.
3. Syifa Hadju, Representasi Gen Z yang Cerdas Skincare dan Rutin Minum Matcha Pekat
Nama Syifa Hadju adalah potret Gen Z yang sangat melek literasi skincare. Kulitnya yang bening dan bebas jerawat adalah hasil dari pemahaman yang baik akan kandungan skincare. Ia rutin menggunakan rangkaian skincare dengan kolagen, peptide, dan ceramide untuk menjaga skin barrier-nya tetap kuat.
Artis kelahiran 13 Juli 2000 ini membuktikan bahwa menjadi pemburu kolagen tidak harus dengan produk mahal, tetapi dengan konsisten menggunakan produk yang tepat sesuai kebutuhan kulit mudanya.
Salah satu ritual istri El Rumi ini yang paling konsisten dan menjadi sorotan adalah kebiasaan minum matcha pekat setiap hari. Bagi Syifa, kolagen adalah tentang pencegahan atau Syifa Hadju kolagen. Dalam berbagai kesempatan, ia terlihat menghindari minuman manis berlebihan dan menggantinya dengan pure matcha tanpa gula.
Kenapa matcha? Karena matcha bukan teh biasa. Matcha kaya akan EGCG (Epigallocatechin Gallate), jenis antioksidan paling kuat yang berfungsi melindungi kolagen agar tidak cepat rusak akibat paparan sinar UV, polusi, dan stres. Antioksidan ini juga melawan radikal bebas penyebab kulit kusam dan keriput dini. Selain itu, matcha mengandung L-theanine yang membantu menurunkan hormon stres kortisol, di mana kortisol yang tinggi adalah musuh utama kolagen.
Kebiasaan menikmati secangkir matcha pekat di pagi hari menjadi ritual inner beauty bagi Syifa yang lebih efektif daripada sekadar menumpuk serum atau Syifa minum kolagen. Kulitnya yang dikenal bening, berpori halus, dan glowing natural adalah bukti nyata bahwa apa yang diminum sama pentingnya dengan apa yang dioleskan.
Menariknya, kebiasaan sehat ini tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri. Ritual minum matcha yang ia sebut sebagai salah satu kunci untuk menjaga kolagen justru menular dan menginspirasi sang ibu mertuanya, Maia Estianty.
Mantan istri Ahmad Dhani yang kini berusia 50 tahun tetap terlihat awet muda, kencang, dan memesona ternyata ikut terinspirasi oleh Syifa. Dalam beberapa video TikTok yang viral dengan ratusan ribu likes, warganet ramai berkomentar: "Ternyata hidup sehatnya Bunda Maia itu dari sang menantu yang sering ngeracunin kebiasaannya minum pure matcha."
Bahkan Maia sendiri pernah mengakui bahwa rahasia kecantikannya di usia kepala lima adalah menjaga pola hidup dan rutin mengonsumsi antioksidan. Matcha menjadi pilihan yang sangat tepat untuknya. Di usia matang, produksi kolagen menurun drastis, dan matcha membantu memperlambat proses tersebut. Kolaborasi calon mertua dan calon menantu yang sama-sama pemburu kolagen ini menjadi contoh literasi kecantikan yang indah.
Hal ini menjadi bukti bahwa gaya hidup sehat bisa menjadi bahasa cinta yang menghubungkan dua generasi, antara anak menantu dan ibu mertua.
Fenomena pemburu kolagen di kalangan Gen Z dan Milenial pun menandakan perubahan positif, di mana perawatan kulit tidak lagi dipandang sebagai vanity, melainkan sebagai bentuk self-love dan investasi cerdas untuk masa depan.
(SEO/HaniP/24102026)
⚡ Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?
Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!
Booking Sekarang →