Jerawat karena Stres, Benarkah Bisa Terjadi?
Sedang banyak pikiran, kurang tidur, lalu jerawat tiba-tiba bermunculan? Stres memang bukan penyebab langsung jerawat, tetapi respons tubuh terhadap stres dapat memengaruhi kondisi kulit.
Jakarta, Indonesia - Jerawat sering kali muncul atau terasa semakin sulit dikendalikan ketika seseorang sedang berada dalam periode penuh tekanan. Pekerjaan yang menumpuk, aktivitas yang padat, kurang tidur, hingga perubahan rutinitas sehari-hari dapat berjalan bersamaan dengan perubahan kondisi kulit.
Namun, apakah benar stres menyebabkan jerawat?
Tidak secara langsung. Jerawat sendiri merupakan kondisi yang dipengaruhi berbagai faktor. Stres lebih tepat dipahami sebagai salah satu faktor yang dapat memicu atau memperburuk kondisi jerawat melalui perubahan hormonal dan respons tubuh terhadap tekanan.
Bagaimana Stres Memicu Jerawat?
Ketika tubuh mengalami stres, terjadi respons hormonal yang salah satunya melibatkan peningkatan hormon kortisol. Dalam kondisi stres, hormon yang berkaitan dengan respons tersebut dapat memengaruhi aktivitas kelenjar minyak pada kulit.
Salah satu dampaknya adalah produksi sebum, atau minyak alami kulit, yang dapat meningkat. Sebum sebenarnya memiliki fungsi untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Namun, ketika produksinya berlebihan, minyak dapat bercampur dengan sel kulit mati dan membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. Kondisi tersebut kemudian dapat mendukung pertumbuhan bakteri penyebab jerawat dan memicu peradangan.
Dengan kata lain, hubungan stres dan jerawat tidak sesederhana “banyak pikiran lalu muncul jerawat”. Ada rangkaian proses yang melibatkan respons hormonal, produksi sebum, penyumbatan pori, hingga peradangan kulit.
Stres juga dapat memperburuk respons peradangan dalam tubuh. Dan, karena jerawat merupakan kondisi yang berkaitan dengan peradangan, kondisi stres dapat membuat jerawat yang sudah ada menjadi semakin sulit dikendalikan atau membuat lesi baru lebih mudah muncul.
Kurang Tidur Bisa Memperburuk Kondisi Kulit
Sering kali, stres tidak datang sendirian. Ketika sedang banyak tekanan, waktu tidur dapat berkurang atau menjadi tidak teratur. Padahal, tidur merupakan bagian penting dari proses pemulihan tubuh dan regenerasi kulit.
Kurang tidur dapat berkaitan dengan peningkatan hormon stres seperti kortisol. Di saat yang sama, proses regenerasi kulit yang biasanya berlangsung saat kita tidur, dapat terganggu. Akibatnya, peradangan lebih sulit mereda dan kulit membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
Itulah sebabnya, penting untuk memperhatikan kualitas tidur, ketika jerawat mulai muncul bersamaan dengan periode stres.
Stres Juga Bisa Mengubah Kebiasaan Sehari-hari
Ada faktor lain yang sering tidak disadari. Saat sedang stres, seseorang mungkin menjadi lebih sering mengonsumsi kopi, memiliki pola makan yang berubah, kurang memperhatikan kebersihan kulit, atau terburu-buru menjalani rutinitas skincare.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat ikut memengaruhi kondisi kulit. Jadi, ketika jerawat muncul pada periode penuh tekanan, penyebabnya bisa merupakan kombinasi antara respons tubuh terhadap stres dan perubahan gaya hidup yang menyertainya.
Karena itu, kurang tepat jika dikatakan, jerawat yang muncul saat seseorang sedang stres disebut sebagai “jerawat karena stres”. Karena ternyata, banyak faktor yang saling berkaitan dalam proses timbulnya jerawat.
Bagaimana Membantu Mengatasi Jerawat karena Stres?
Mengelola stres dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kulit. Tidak harus selalu dengan cara yang rumit. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau yoga, latihan pernapasan, meditasi, maupun meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat membantu mengurangi tekanan.
Tidur yang cukup dan teratur juga perlu menjadi perhatian. Cobalah mempertahankan jadwal tidur yang konsisten, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, serta membatasi kafein dan paparan layar menjelang waktu tidur.
Sementara dari sisi perawatan kulit, tetap bersihkan wajah secara rutin dan gunakan produk yang sesuai dengan kondisi kulit. Hindari mencuci wajah terlalu sering karena dapat membuat kulit menjadi kering.
Kapan Jerawat Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Jika jerawat terus muncul, semakin meradang, jumlahnya bertambah banyak, atau sulit dikendalikan meskipun sudah berusaha memperbaiki pola tidur dan rutinitas skincare, sebaiknya jangan hanya mengandalkan perawatan mandiri.
Konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu mengevaluasi kondisi kulit dan mencari faktor yang mungkin berperan terhadap munculnya jerawat. Kamu bisa datang dan berkonsultasi dengan tim acne expert di Carla Skin Clinic. Dengan begitu, akan lebih mudah menentukan perawatan yang sesuai dengan tingkat peradangan dan kondisi kulitmu.
Ingat, menjaga kulit tetap sehat tidak hanya tentang apa yang kita aplikasikan pada wajah. Kondisi tubuh, kualitas tidur, tingkat stres, dan kebiasaan sehari-hari juga dapat ikut memengaruhi bagaimana kulit bereaksi.
Jadi, ketika jerawat mulai muncul di tengah periode yang penuh tekanan, mungkin sudah waktunya bukan hanya memperhatikan kulit, tetapi juga memberi tubuh dan pikiran kesempatan untuk beristirahat.
(bekti/SEO/290826)
💡 Ingin konsultasi langsung dengan dokter kulit?
Booking konsultasi GRATIS di Carla Skin Clinic!
Booking Sekarang →